Jateng

Cuaca Ekstrem hingga Banjir Bandang, Semua Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara

×

Cuaca Ekstrem hingga Banjir Bandang, Semua Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara

Sebarkan artikel ini
Jalur Pendakian Gunung Slamet | Pendaki Slamet | Gunung Slamet
Gunung Slamet di Jawa Tengah. (Foto: Instagram/@slametmountain)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pengelola resmi Gunung Slamet menutup seluruh jalur pendakian mulai hari ini. Langkah tersebut bertujuan melindungi keselamatan pendaki akibat cuaca ekstrem berkepanjangan.

Keputusan penutupan muncul setelah hujan lebat memicu banjir bandang wilayah lereng gunung. Kondisi alam belum stabil sehingga aktivitas pendakian berisiko tinggi.

Sugeng Utomo, Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, menyampaikan penutupan berlaku di seluruh pos pendakian Lingkar Slamet tanpa pengecualian.

“Untuk sementara pos pendakian Lingkar Slamet tutup semua. Cuaca masih ekstrem,” tuturnya, Sabtu, 24 Januari 2026.

Sugeng menegaskan belum ada kepastian waktu pembukaan kembali jalur pendakian. Pengelola akan memantau perkembangan cuaca setiap hari.

BACA JUGA: Tragedi Gunung Slamet 1985, Kisah Pendaki Gunung Asal Semarang Hilang

Pendakian baru boleh berlangsung setelah kondisi alam benar-benar aman. Keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama pengelola kawasan wisata alam.

Cuaca ekstrem melanda kawasan lereng Gunung Slamet sejak beberapa hari terakhir. Hujan intensitas tinggi memicu aliran air besar bercampur material alam.

Banjir bandang merusak permukiman warga serta jalur transportasi sekitar gunung. Material kayu gelondongan ikut terbawa arus deras.

Wilayah Kabupaten Purbalingga mengalami dampak cukup signifikan. Arus banjir menerjang jalur menuju Pos Pendakian Bambangan serta Gunung Malang.

Kecamatan Karangreja menjadi salah satu area terdampak paling serius. Aliran air membawa lumpur tebal sehingga jalur pendakian tidak aman.

BACA JUGA: Begini Kronologi Hilangnya Syafiq Ridwan Ali Razan di Gunung Slamet, Keluarga Ikhlas dan Pasrah

Selain Purbalingga, lereng Gunung Slamet wilayah Kabupaten Tegal juga terdampak banjir bandang. Kondisi serupa muncul wilayah Kabupaten Pemalang.

Kerusakan akses jalan membuat mobilitas warga terganggu. Aparat setempat terus melakukan pemantauan kondisi lapangan.

Sugeng meminta calon pendaki mematuhi kebijakan penutupan jalur. Pelanggaran berpotensi membahayakan keselamatan pribadi.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat menunda rencana pendakian. Imbauan tersebut berlaku hingga cuaca kembali normal.

“Pendakian baru kami izinkan setelah situasi dan cuaca membaik,” lanjut Sugeng. (*)