SEMARANG, beritajateng.tv – Cuaca ekstrem menjadi perhatian serius setelah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini tertinggi. Informasi resmi tersebut menyoroti potensi hujan lebat berkepanjangan sepanjang akhir Januari 2026. Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi pada sejumlah wilayah rawan.
BMKG menetapkan wilayah Pantai Utara Jawa Tengah dalam status siaga hujan lebat. Langkah tersebut muncul setelah analisis cuaca menunjukkan peningkatan signifikan curah hujan. Selain itu, periode Dasarian III, mulai 21 hingga 31 Januari 2026, berpotensi menghadirkan intensitas hujan sangat tinggi.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Teguh Wardoyo, menjelaskan situasi tersebut. “Status siaga menunjukkan level peringatan tertinggi pada kategori Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi,” ujar Teguh, Rabu, 21 Januari 2026. Pernyataan tersebut menegaskan keseriusan ancaman cuaca Jateng ekstrem.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Tekan Produksi Durian Brongkol Semarang, Petani Khawatir Panen Zonk
Menurut Teguh, curah hujan pada wilayah Pantura bisa mencapai 200 hingga 300 milimeter per dasarian. Angka tersebut masuk kategori sangat tinggi menurut standar klimatologi nasional. Oleh karena itu, kewaspadaan bersama menjadi kebutuhan mendesak.
BMKG mencatat sejumlah daerah Pantura berada dalam zona merah. Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Demak, Kudus, serta Jepara termasuk wilayah terdampak. Konsentrasi hujan tinggi pada kawasan tersebut memicu risiko banjir dan longsor.
Teguh kembali menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor. “Pemerintah daerah serta masyarakat perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak sekarang,” ucap Teguh. Selain itu, koordinasi kebencanaan perlu berjalan lebih intensif.
Cuaca Jateng Ekstrem Perlu Antisipasi Bersama
Wilayah lain Jawa Tengah juga menghadapi ancaman cuaca signifikan. BMKG menetapkan status waspada untuk Brebes, Cilacap, Banyumas, serta kawasan Solo Raya. Daerah tersebut berpotensi menerima curah hujan antara 150 hingga 200 milimeter per dasarian.





