Jateng

Warga Mangkang Wetan Terisolir Akibat Jembatan Roboh, Dewan Desak Segera Dibangun

×

Warga Mangkang Wetan Terisolir Akibat Jembatan Roboh, Dewan Desak Segera Dibangun

Sebarkan artikel ini
Warga Mangkang Wetan Terisolir Akibat Jembatan Roboh, Dewan Desak Segera Dibangun
Warga terpaksa harus menyeberangi sungai dengan menaiki perahu hanya untuk membeli sembako dan gas elpiji. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Warga RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, masih harus berjuang menjalani aktivitas sehari-hari setelah jembatan penghubung di wilayah mereka roboh akibat derasnya arus Sungai Beringin.

Kondisi ini memantik perhatian DPRD Kota Semarang yang mendesak agar pembangunan jembatan segera terealisasikan.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, meminta Pemerintah Kota Semarang segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk membangun jembatan darurat maupun permanen. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses vital warga menuju jalan utama.

“Hingga hari ini warga masih terisolir. Untuk berangkat kerja, sekolah, atau kebutuhan lainnya, mereka harus menyeberang sungai menggunakan getek. Sekali jalan biayanya Rp2 ribu,” ujar Pilus, sapaannya, Rabu, 21 Januari 2026.

Jembatan yang roboh pada Kamis (15/1) lalu itu menghubungkan dua wilayah padat penduduk, yakni RT 4 dan RT 5 RW 7.

BACA JUGA: Jembatan Penghubung Roboh, Akses Warga RW 7 Mangkang Wetan Putus Total

Aliran Sungai Beringin membelah kawasan tersebut, sehingga tanpa jembatan, akses warga menuju Kelurahan Mangunharjo maupun pusat Kelurahan Mangkang Wetan terputus total.

Di wilayah RW 7 sendiri tercatat sekitar 150 hingga 200 kepala keluarga yang bergantung pada jembatan tersebut untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini menurutnya sangat memprihatinkan, terutama karena curah hujan masih tinggi.

“Sekarang masih musim hujan. Kalau debit air tiba-tiba naik atau ada limpasan dari hulu, menyeberang pakai perahu jelas sangat berbahaya,” kata Pilus.

Ia menegaskan, meski jembatan tersebut berada di atas sungai yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia mendorong adanya solusi cepat, minimal berupa jembatan darurat yang aman digunakan.

“Harapannya segera ada solusi dari BBWS bersama Pemkot. Jangan sampai warga terus-terusan mempertaruhkan keselamatan hanya untuk beraktivitas,” tambahnya.