Jateng

Daftar 17 Daerah Masuk Zona Merah Kemiskinan di Jateng, Hampir 50 Persen Warganya Terima Bansos

×

Daftar 17 Daerah Masuk Zona Merah Kemiskinan di Jateng, Hampir 50 Persen Warganya Terima Bansos

Sebarkan artikel ini
Daerah Kemiskinan
Kepala Bappeda Jawa Tengah, Harso Susilo, saat dijumpai di Kantor BPKAD Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa, 21 Januari 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada September 2024 turun menjadi 3,4 juta orang. Sedang pada Maret 2024, penduduk miskin Jawa Tengah jumlahnya 3,7 juta jiwa. Angka itu mengalami penurunan sebanyak 307 ribu orang.

Adapun angka itu merupakan rilisan Badan Pusat Statistik (BPS). Kendati begitu, Kepala Bappeda Jawa Tengah, Harso Susilo, menyebut penurunan kemiskinan by name by address belum pihaknya peroleh.

Saat ini, kata Harso, Bappeda akan membuat kelompok kerja (pokja) untuk menangani kemiskinan di kabupaten/kota yang menjadi prioritas. Hal itu Harso ungkap saat beritajateng.tv jumpai di Kantor BPKAD Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa, 21 Januari 2025.

BACA JUGA: Kemiskinan Hantui Petani dan Nelayan, Ketua DPRD Jateng Singgung Pendapatan Tak Seberapa, Beri Solusi Ini

“Kalau masalah kemiskinan secara absolut kita sudah tahu, kita sudah turun jadi 9,58 persen dari BPS, tapi by name by address tidak ada; jadi hanya persentase saja. Masalah kemiskinan memang kompleks sekali dan kita coba. Dari saya, masuk Bappeda itu kan mulai pokja prioritas kemiskinan,” ungkap Harso.

Sebelumnya, Ketua DRPD Jawa Tengah, Sumanto, mengusulkan untuk melakukan penyatuan data atau “satu data” untuk mempermudah pengentasan kemiskinan. Harso mengaku, pihaknya telah melakukan hal itu.

“Satu data sudah dilaksanakan semua sasarannya, tapi betul dipicunya memang tidak yang miskin banget, sedanglah, desil 2,3, 4, apalagi 3; itu dipicu sedikit itu sudah bergerak. Tapi yang benar miskin itu memang diberi bantuan apa pun tinggal melaksanakan, bertahan dari 10 menjadi satu, yang bertahan sudah bagus. Memang agak susah, mental, mindset, perilakunya, semuanya,” ungkapnya.

Seluruh OPD Jateng akan kolaborasi selesaikan kemiskinan

Harso mengaku, pada 2026 mendatang, seluruh OPD di Jawa Tengah akan berkolaborasi untuk mengentaskan kemiskinan melalui pilot project.

“2026 ada pilot project, benar-benar dikeroyok semuanya, kami kolaborasi, sudah tidak ada sekarang OPD yang sendiri-sendiri. Bappeda sebagai pengorkestra, kami lima tahunan ada RPKD (Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah), tahunannya ada RAT bersama dengan RKPD Provinsi. Nanti ditetapkan setelah RKPD ditetapkan dan RKA itu selesai,” ungkap Harso.

Kata dia, sebanyak 17 kabupaten akan diprioritaskan dalam pilot project tersebut. Menurut keterangannya, zona merah atau yang menjadi prioritas itu ialah daerah dengan penduduk terbanyak penerima bansos.

BACA JUGA: Tekan Angka Kemiskinan, Ketua DPRD Jawa Tengah Ungkap Upaya “Satu Data”, Begini Kebijakannya

“Kenapa masih daerah merah? karena banyak yang terima bansos rata-rata. Saya evaluasi penerima bansos dari DTKS masih 50 sampai 60 persen. Berarti itu satu kabupaten 50 persen penduduknya menerima bansos rata-rata,” jelasnya.

Harso menuturkan, daerah merah atau yang penanganan kemiskinannya menjadi prioritas itu yakni wilayah basis pertanian dan pedesaan.

“Kalau yang paling bawah, saya ingat itu Kebumen, Brebes, Banyumas, mungkin Banjarnegara, Wonosobo, sampai Cilacap di daerah selatan semua, yang wilayahnya luas-luas,” pungkasnya.

Daftar 17 daerah yang jadi zona merah kemiskinan di Jateng

Berdasarkan data BPS per Maret 2024, Kebumen menjadi daerah dengan kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah, yakni 16,34 persen. Sementara Kota Semarang menjadi daerah terendah, yakni 4,23 persen

Berikut 17 daerah yang persentase kemiskinannya di atas Jawa Tengah dan menjadi prioritas:

1. Kebumen
2. Brebes
3. Wonosobo
4. Pemalang
5. Purbalingga
6. Banjarnegara
7. Rembang
8. Sragen
9. Banyumas
10. Klaten
11. Demak
12. Grobogan
13. Blora
14. Purworejo
15. Cilacap
16. Kabupaten Magelang
17. Wonogori (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp