Di sisi lain, Bondan juga melihat berkurangnya dana transfer sebagai momentum bagi Pemkab Semarang untuk mengoptimalkan sumber pendapatan daerah. Menurutnya, dengan menutup kebocoran pendapatan yang ada, Pemkab Semarang dapat mengimbangi pengurangan TKD yang di terima.
“Jika kita mampu menutup kebocoran-kebocoran pendapatan, ini bisa menjadi salah satu upaya untuk mengimbangi berkurangnya dana dari pusat,” ujarnya.
Bondan juga menyarankan agar Pemkab Semarang mencari sumber pendapatan lain yang dapat di optimalkan, termasuk sektor pajak dan potensi pariwisata.
BACA JUGA: Tak Khawatir Ganjar-Mahfud Merosot, TKD Jateng Gunakan Survei Sendiri dan Metode Pemenangan “Below The Line”
Sektor pajak, misalnya, dapat di optimalkan melalui intensifikasi tanpa perlu menaikkan tarif yang membebani masyarakat, serta memaksimalkan petugas pajak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak.
Selain itu, promosi pariwisata yang efektif tidak harus berbiaya mahal, tetapi bisa terlaksana dengan memanfaatkan media sosial untuk menarik wisatawan. Hal ini dapat membantu sektor pariwisata dan ekosistemnya tetap berkembang meski dalam kondisi ekonomi yang menantang.
“Ini adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan, meskipun kondisi ekonomi saat ini masih tertekan,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





