JEPARA, beritajateng.tv – Cabang olahraga (cabor) Dance Sport Porprov Jateng 2023 telah berlangsung selama dua hari, 9-10 Agustus 2023. Ratusan dancer dari berbagai usia terlihat lihai memamerkan kebolehannya meliuk-liuk mengikuti irama musik.
Namun, dari sekian dancer tersebut, ada satu sosok yang mencuri perhatian dalam cabor Dance Sport Porprov Jateng 2023. Adalah Voni Irnawati asal Kabupaten Banyumas. Meskipun telah menginjak usia 57 tahun, Voni tetap menari dengan semangat yang membara.
BACA JUGA: Blora Tuan Rumah Porprov Jateng Juara Umum Panjat Tebing
Bagi Voni, keikutsertaannya pada cabor Dance Sport Porprov Jateng ini bukan hanya sekadar pertandingan olahraga belaka. Melainkan juga ajang menyebarkan inspirasi bagi generasi muda. Ia ingin menunjukkan bahwa usia bukanlah halangan untuk terus bersemangat dan berprestasi.
“Selain olahraga juga jadi inspirasi orang muda bahwa yang tua aja masih bisa, yang tua aja masih semangat, apalagi yang muda, nggak boleh kalah,” katanya usai mengikuti cabor pertandingan di Hotel D’Season Jepara, Kamis 10 Agustus 2023.
Dance Sport Porprov Jateng, perlu ada pembinaan atlet muda
Tidak hanya itu, Voni telah berulang kali berpartisipasi dalam ajang Porprov sebelumnya. Tak heran jika ia memiliki sejarah panjang dari banyak edisi Porprov sejak dulu.
“Sudah berapa kali ya ikut Porprov, sudah banyak karena setiap Porprov ikut, dari zaman dulu,” lanjut Voni yang berprofesi sebagai dokter gigi tersebut.
BACA JUGA: Raih 5 Emas, Judoka Kabupaten Grobogan Dominasi Cabor Judo Porprov Jateng 2023
Pada gelaran Porprov kali ini, Voni bersama pasangan menarinya Usep Hendrian (45) yang sama-sama tak lagi muda. Mereka mengikuti dua nomor sekaligus yaitu One Dance Tango dan Two Dance.
Tak tanggung-tanggung, Voni-Usep berhasil merebut perak pada kedua nomor yang mereka ikuti.
Meski masih bertaji pada ajang Porprov di usia senja, namun Voni berharap bahwa pembinaan atlet Dance Sport, khususnya di Kabupaten Banyumas, dapat berkelanjutan. Ia berharap agar ada lebih banyak perhatian untuk membina atlet-atlet muda, sehingga regenerasi dalam Dance Sport dapat terus berjalan.
“Harapannya harus banyak membina yang muda-muda, jenjang usia yang dibawah, biar regenerasi berjalan terus,” pungkasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





