Jateng

Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik, VKTR Hadirkan 27 Bus Trans Semarang Ramah Lingkungan

×

Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik, VKTR Hadirkan 27 Bus Trans Semarang Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik, VKTR Hadirkan 27 Bus Trans Semarang Ramah Lingkungan
27 bus listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas bakal melengkapi bus Trans Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kepulan asap hitam dari kendaraan diesel yang berjuluk “cumi-cumi darat” masih menjadi persoalan di sejumlah kota besar, termasuk Semarang.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kualitas udara perkotaan. Langkah menuju transportasi publik yang lebih bersih mulai Pemkot lakukan melalui pengadaan armada bus listrik Trans Semarang.

PT VKTR Teknologi Mobilitas atau VKTR memperkuat komitmennya dalam mendukung transportasi ramah lingkungan dengan menghadirkan 27 unit bus listrik low deck berukuran 12 meter untuk layanan Trans Semarang.

Pengadaan armada tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam percepatan elektrifikasi transportasi umum di Indonesia. Sekaligus mendukung pengurangan emisi kendaraan di kawasan perkotaan.

Proses tender pengadaan bus listrik telah berlangsung sejak April 2026 setelah sebelumnya masa uji coba pada Februari hingga Maret 2026.

Kehadiran armada baru ini harapannya tidak hanya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Tetapi juga menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.

Komisaris Utama VKTR, Anindya N. Bakrie, mengatakan transformasi transportasi berbasis listrik menjadi langkah konkret menuju target Net Zero Emission di sektor transportasi.

BACA JUGA: Bus Listrik Trans Semarang Bakal Dimaksimalkan, Pemkot Fokus Uji Medan dan Area Rawan Banjir

“Inisiatif ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pemerintah daerah terhadap kemampuan industri kendaraan listrik nasional. Namun yang paling penting, masyarakat bisa menikmati transportasi publik yang lebih bersih, lebih senyap, dan lebih sehat,” ujarnya.

Menurut Anindya, keberadaan bus listrik memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena mampu mengurangi polusi udara dan kebisingan yang selama ini timbul dari kendaraan berbahan bakar diesel.

“Ketika masyarakat tidak lagi harus menghadapi polusi asap kendaraan setiap hari, manfaatnya bukan hanya bagi lingkungan. Tetapi juga kesehatan dan kenyamanan warga kota,” katanya.

Dari sisi pengguna, bus listrik menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman karena beroperasi lebih senyap, minim getaran, dan tidak menghasilkan bau asap pembakaran seperti kendaraan diesel konvensional.

Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut baik hadirnya armada bus listrik sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang menciptakan sistem transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan.

“Kami ingin masyarakat Semarang dapat menikmati transportasi publik yang semakin nyaman dengan lingkungan kota yang lebih bersih,” ujar Agustina.

Ia menilai pengadaan bus listrik menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan Trans Semarang. Sekaligus mendukung pengurangan emisi kendaraan di kawasan perkotaan yang semakin padat.

Dalam proses produksinya, armada bus listrik tersebut di rakit oleh tenaga kerja Indonesia di fasilitas manufaktur VKTR di Magelang, Jawa Tengah.

Bus listrik itu juga memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen, yang disebut menjadi salah satu yang tertinggi di industri kendaraan listrik nasional.

VKTR juga berencana memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penggunaan baterai produksi dalam negeri dari REPT Battero Indonesia.

Baterai tersebut diproduksi di fasilitas manufaktur Sulawesi untuk memenuhi kebutuhan bus dan truk listrik lokal sesuai standar TKDN.

Dengan penggunaan baterai lokal, tingkat kandungan dalam negeri bus listrik VKTR dproyeksikan meningkat hingga lebih dari 50 persen.

Langkah tersebut harapannya tidak hanya mendukung transportasi hijau, tetapi juga memperkuat industri nasional dan membuka peluang kerja baru.

Kehadiran armada bus listrik Trans Semarang harapannya menjadi awal perubahan wajah transportasi publik di Kota Semarang.

Bukan sekadar menghadirkan moda transportasi modern, tetapi juga menjadi upaya nyata mengurangi polusi udara dan menciptakan kota yang lebih layak huni bagi generasi mendatang. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp