SEMARANG, beritajateng.tv – Polda Jawa Tengah buka suara terkait video viral seorang perempuan yang mengaku sebagai anak perwira polisi di Kota Semarang.
Dalam video tersebut, perempuan berinisial L itu membuat lomba komentar bernada rasis dengan hadiah uang Rp100 ribu.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyebut, Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) telah melakukan penyelidikan dan mengambil keterangan L.
Hal itu Artanto ungkap saat beritajateng.tv jumpai di lobi Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 18 Mei 2026 sore.
“Jadi Polda Jateng khususnya Ditressiber sudah melakukan penyelidikan terhadap informasi yang ada. Kami membenarkan bahwa hasil penyelidikan itu ada. Yang bersangkutan itu seseorang berinisial L sudah kita ambil keterangan,” ujar Artanto.
Artanto menegaskan, kedua orang tua L bukan anggota polisi yang bertugas di Polrestabes Semarang.
BACA JUGA: 3 Kontroversi Grand Final MasterChef Indonesia Season 11, Dari Rasisme Hingga Politik
Adapun ayah L merupakan Perwira Menengah (Pamen) berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) di Polda Jawa Tengah.
Sementara ibu L merupakan Pamen berpangkat Kompol di Akademi Kepolisian (Akpol).
“Yang bersangkutan bukan anak polisi dari Polrestabes Semarang, namun anak seorang anggota dari berpangkat Kompol di Polda Jawa Tengah dan juga Kompol di Akpol. Dan saat ini sedang berlangsung pemeriksaan mendalam oleh Ditressiber,” tutur Artanto.
Pihaknya menuturkan, L tidak berusia di bawah umur, melainkan sudah dewasa.
“[Usianya] sudah di atas remaja, berarti sudah dewasa, [bukan anak-anak] ya,” sambung Artanto.
Lebih jauh, Artanto mengatakan penyidik Ditressiber Polda Jawa Tengah saat ini masih mendalami isi konten maupun motif di balik unggahan video tersebut.
Menurut keterangannya, penyelidikan tak hanya berfokus pada video yang viral di media sosial, namun juga narasi yang L sampaikan dalam unggahan tersebut.
“Tentunya akan kami dalami masalah kontennya, kemudian dari konten tersebut kan narasinya apa yang L sebutkan dan juga motivasi sebagainya. Ini sedang Ditressiber selidiki,” jelas Artanto.





