SEMARANG, beritajateng.tv – Aroma kopi dan nasi kucing biasanya identik dengan obrolan santai di bawah temaram lampu angkringan. Namun, di angkringan Angkringing yang berlokasi di sekitar Jalan Kelud Raya, Kota Semarang, suasana itu berubah.
Dentuman beat Disc Jockey (DJ) mengalun, bukan di klub malam, melainkan di gerobak angkringan sederhana. Inilah wajah baru nongkrong anak muda lebih santai dan jauh dari stigma negatif.
Konsep tak biasa ini digagas Garcia Reynando Aditya (22), seorang DJ muda yang juga pemilik angkringan. Menariknya, ide tersebut lahir bukan dari perencanaan matang, melainkan spontanitas.
“Awalnya cuma gabut aja, karena aku memang DJ. Daripada alatnya nggak kepakai, ya sudah coba main di sini, have fun sama teman-teman,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di lapaknya pada Jumat, 24 April 2026 malam.
BACA JUGA: Angkringan Omah Semar Solo Tempat Nongkrong Para Artis, Wedang Jokowi Jadi Menu Andalannya
Dari sekadar iseng “spinning” di sela nongkrong, Garcia mengunggah aktivitasnya ke TikTok. Tak disangka, respons publik langsung meledak. Video angkringan dengan live DJ itu viral, memancing rasa penasaran banyak orang.
Pertahankan Konsep Angkringan Merakyat
Alih-alih mengubah angkringan jadi tempat eksklusif, Garcia justru mempertahankan konsep sederhananya. Ia menegaskan, angkringan miliknya tetaplah tempat merakyat hanya saja sesekali ditemani musik DJ.
“Ini sebenarnya bukan angkringan DJ, tetap angkringan biasa. Cuma kadang aku main di sini,” katanya.
Yang membuat konsep ini unik adalah segmentasinya yang melebar. Jika selama ini DJ kerap diasosiasikan dengan klub malam, Garcia justru mematahkan stigma tersebut. Di angkringannya, semua kalangan bisa menikmati musik tanpa harus masuk ke dunia hiburan malam.
“Ternyata banyak anak dibawah umur [ingin nongkrong] terus orang yang ternyata nggak suka tempat ramai atau pesta, tapi bisa menikmati DJ di sini. Jadi nggak harus ke tempat tertentu, dan nggak harus ke klub,” jelasnya.





