SEMARANG, beritajateng.tv – SD Negeri Petompon 2 Semarang terus menguatkan budaya literasi dan numerasi melalui pembiasaan yang diterapkan sejak dini kepada siswa. Program ini tidak hanya mendorong minat baca, tetapi juga mengasah kemampuan siswa dalam menghasilkan karya tulis.
Kepala SD Petompon 2, Bayu Wijayatama, mengatakan kegiatan literasi dan numerasi berlangsung secara rutin dan terstruktur setiap hari Selasa sebelum kegiatan belajar mengajar mulai. Program kokurikuler tersebut di ikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
“Setiap hari Selasa ada kegiatan kokurikuler sekitar 30 menit sebelum pembelajaran. Anak-anak membaca buku, mengetahui judul, penulis, bahkan sampai penerbitnya. Jadi tidak hanya memahami isi, tetapi juga mengenal struktur buku,” ujarnya belum lama ini.
BACA JUGA: Berikut Keutamaan Membaca Al-Quran di Bulan Ramadhan, Pahalanya Sungguh Luar Biasa
Menurutnya, penguatan literasi di sekolah tidak berhenti pada aktivitas membaca. Siswa, khususnya kelas 4 hingga kelas 6, juga di dorong untuk mulai menulis dan menghasilkan karya yang rencananya akan di bukukan.
“Nanti kita akan membuat produk buku dan rencananya di – launching pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026. Untuk tahap awal, siswa menulis pantun atau puisi, bahkan tidak menutup kemungkinan ada yang sudah bisa menulis cerpen,” jelasnya.
Dalam prosesnya, sekolah memastikan setiap karya yang dihasilkan merupakan hasil pemikiran asli siswa. Penulisan langsung di buku tulis dengan pendampingan guru guna menghindari praktik plagiarisme sekaligus melatih kemandirian berpikir.
“Anak-anak menulis di buku tulis supaya tidak plagiasi. Harapannya karya yang dihasilkan benar-benar asli dari pemikiran mereka sendiri,” tegasnya.
Untuk mendukung program tersebut, sekolah juga menyediakan fasilitas seperti pojok baca di setiap kelas dan ruang perpustakaan. Meski masih dalam tahap pengembangan, fasilitas ini di optimalkan untuk meningkatkan minat kunjungan siswa.





