BLORA, beritajateng.tv – Puluhan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora kembali ke asrama usai libur panjang Idulfitri. Sekolah pun menyiapkan pembelajaran tambahan bagi para siswa.
Suasana SRMA 18 Blora kembali ramai setelah para siswa menyelesaikan libur Lebaran 2026 selama 20 hari. Seluruh siswa mulai kembali ke asrama untuk mengikuti kegiatan belajar.
Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum, mengatakan pihak sekolah melakukan pendataan dan screening terhadap siswa yang kembali.
Hal itu guna memastikan kedisiplinan serta mencegah barang-barang yang tidak diperbolehkan masuk ke asrama.
Screening meliputi pemeriksaan makanan yang siswa bawa, terutama makanan pedas dan mengandung pemanis berlebih yang dapat mengganggu kesehatan.
Selain itu, atribut silat yang berpotensi menimbulkan kericuhan juga tidak diperbolehkan dibawa. Sekolah menegaskan kebutuhan makan siswa sudah tercukupi karena telah disediakan tiga kali sehari. Karena itu, siswa tidak perlu membawa makanan dari luar.
Dari total 50 siswa, satu siswa belum kembali ke asrama. Namun pihak sekolah menyebut siswa tersebut sudah memberikan konfirmasi karena orang tuanya sedang sakit.
“Satu yang belum kembali. Karena orang tuanya lagi sakit,” kata Tri Yuli, Senin, 30 Maret 2026.
BACA JUGA: Kecelakaan Tunggal di Blora Gegerkan Warga, Toyota Avanza Terperosok dan Terbalik ke Hutan
Selain itu, sekolah juga melakukan penyesuaian kurikulum sejak Maret dengan menambahkan pembelajaran tambahan.
Program tersebut bekerja sama dengan lembaga tersertifikasi di daerah dan berlangsung di luar jam pelajaran selama satu jam pada pagi hari. Pengasuh asrama nantinya juga akan mengulas kembali materi serta memantau hafalan siswa.
Salah satu siswa, Anisa Nur Aini, mengaku senang bisa kembali ke asrama dan berkumpul dengan teman-temannya. Ia juga merindukan suasana belajar dan bermain bersama.
“Seneng. Bisa belajar lagi dan bertemu dengan temen-temen untuk belajar bersama,” ujarnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





