Melalui lagu “Rindu”, Kholil juga tidak ingin mengunci makna pada satu tafsir tertentu. Ia membiarkan pendengar memaknai lagu tersebut sesuai pengalaman masing-masing.
“Bisa rindu pada orang terdekat, masa lalu, atau bahkan rindu yang sifatnya spiritual. Semua tafsir itu sah,” ujarnya.
Musisi yang kini menetap di Yogyakarta itu berharap lagunya dapat menemani pendengar dalam momen-momen sunyi di keseharian mereka. Ia menilai, justru pengalaman sederhana sering kali meninggalkan kesan paling kuat.
Tak hanya sebagai penulis lagu, Kholil juga terlibat penuh dalam proses produksi. Mulai dari rekaman, mixing, hingga mastering, seluruhnya ia kerjakan secara mandiri sebagai musisi independen.
BACA JUGA: Ada Monti Hingga Kholil, Ini 6 Jenis Durian Khas Semarang yang Rasanya Paling Enak di Pasaran
Dalam perjalanan kreatifnya, Kholil banyak terinspirasi oleh nama-nama seperti Iksan Skuter, Iwan Fals, Eric Clapton, hingga Elvis Presley. Melalui single “Rindu”, ia berupaya menegaskan identitasnya sebagai musisi yang tumbuh dari ruang kecil dengan mimpi yang tak kalah besar.
“Saya hanya ingin berkarya dengan jujur. Kalau musik itu bisa menemani dan memberi arti bagi hidup orang lain, itu sudah lebih dari cukup,” tutupnya.
Single “Rindu” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan layanan streaming lainnya sejak 10 Januari 2026. (*)
Editor: Farah Nazila





