BACA JUGA: MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 Masuki Seri 2, Bayan Peduli Ambil Peran di Kalimantan
Jacksen juga memberikan motivasi kepada empat tim yang gagal melaju ke babak perempat final. Menurutnya, ajang ini bukan semata-mata mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi proses pencarian talenta terbaik sepak bola putri Indonesia.
Sejumlah pemain dari tim yang tersingkir tetap masuk dalam pantauan tim talent scouting untuk diproyeksikan memperkuat dua skuad yang akan tampil di SingaCup 2026, yakni kelompok usia kelahiran 2012–2013 dan 2014–2015.
“Saya sudah sampaikan sejak hari pertama bahwa tujuan utama turnamen ini bukan hanya mencari juara, tetapi menemukan pemain-pemain potensial yang kelak bisa menjadi bagian dari masa depan Timnas Indonesia,” katanya.
Semarang Kembali Bertemu Yogyakarta
Babak perempat final juga akan menghadirkan duel ulang antara All-Stars Semarang melawan All-Stars Yogyakarta.
Asisten Pelatih All-Stars Semarang, Althariq Bagus Istianto, optimistis timnya mampu meraih kemenangan setelah menunjukkan perkembangan positif sepanjang fase grup.
“Kami datang ke Kudus untuk memberikan hasil terbaik bagi Kota Semarang. Pada pertemuan sebelumnya kami sempat kecolongan gol di menit awal, dan itu menjadi evaluasi kami. Besok kami akan tampil habis-habisan,” ujarnya.
BACA JUGA: Cetak 6 Gol di Final, SDN Sendangmulyo 04 Juarai MilkLife Soccer Challenge Seri 2 U-12 Semarang
Sementara Pelatih All-Stars Yogyakarta, Tri Wulandari, memastikan timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh usai pertemuan sebelumnya yang berakhir imbang.
“Kami akan meminimalkan kesalahan, terutama soal kebobolan. Besok tim yang mentalnya paling siap akan menjadi pemenang,” katanya.
Selain laga Semarang kontra Yogyakarta, babak delapan besar juga mempertemukan All-Stars Kudus melawan All-Stars Tangerang, All-Stars Jakarta menghadapi All-Stars Malang, serta All-Stars Surabaya bertemu All-Stars Solo dalam satu-satunya duel yang belum pernah terjadi pada fase grup. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





