Jateng

Densus 88 Sambangi SMAN 6 Semarang, Pelajar Dibekali Edukasi Bahaya Radikalisme di Ruang Digital

×

Densus 88 Sambangi SMAN 6 Semarang, Pelajar Dibekali Edukasi Bahaya Radikalisme di Ruang Digital

Sebarkan artikel ini
Densus Radikalisme
Meet & Greet Densus bertema “Bahaya Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Kalangan Pelajar dan Ruang Digital” di aula SMAN 6 Semarang, Selasa, 10 Februari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme di kalangan pelajar. Melalui kegiatan Meet & Greet Densus bertema “Bahaya Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Kalangan Pelajar dan Ruang Digital”, ratusan siswa SMAN 6 Semarang beroleh edukasi kebangsaan dan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh paham ekstrem.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah, Iwanudin Iskandar, menegaskan kegiatan ini penting untuk menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kami punya kepentingan agar negara ini tetap damai, tidak terpecah-belah. Anak-anak SMA harus mendapatkan edukasi yang baik supaya kita semua rukun,” ujar Iwanudin usai memberikan sambutan di aula SMAN 6 Semarang pada Selasa, 10 Februari 2026.

BACA JUGA: Video Densus 88 Temui Pemkot, Minta Fasilitasi Eks Napiter dan Jamaah Islamiyah

Iwanudin menyoroti maraknya penyebaran informasi menyesatkan di media sosial yang berpotensi memicu intoleransi dan radikalisme di kalangan remaja. Karena itu, pelajar perlu dibekali kemampuan memilah informasi yang benar dan hoaks.

“Semua itu larinya dari dunia media sosial, dari informatika. Anak-anak harus kita beri petunjuk mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar,” tegasnya.

Ia menekankan, Indonesia memiliki fondasi kuat berupa Pancasila dan UUD 1945, yang menjadi pegangan dalam menjaga kebinekaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Program Edukasi ke Seluruh SMA di Jateng

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Kusno, menyebut kegiatan tersebut tidak hanya menyasar satu sekolah. Program ini terancang dengan sistem diseminasi, agar edukasi bisa menjangkau seluruh SMA di Jawa Tengah.

“Pada prinsipnya ini menjadi kebutuhan seluruh sekolah di Jawa Tengah. Targetnya anak-anak usia SMA memahami dan menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi bahaya radikalisme dan terorisme,” jelas Kusno.

Ia menambahkan, tahap awal akan mulai dari enam sekolah percontohan, yang selanjutnya akan mengembangkan program ini bersama Densus sebagai praktik baik di dunia pendidikan.