Jateng

Desa Penakir Terdampak Banjir Bandang Terparah di Pemalang, BPBD: 800 Jiwa Terisolir Akibat Jembatan Putus

×

Desa Penakir Terdampak Banjir Bandang Terparah di Pemalang, BPBD: 800 Jiwa Terisolir Akibat Jembatan Putus

Sebarkan artikel ini
Banjir Pemalang
Warga Kecamatan Pulosari, Pemalang, mengungsi akibat banjir bandang. (Foto: Dok. BPBD Jawa Tengah)

SEMARANG, beritajateng.tv – Banjir bandang menerjang delapan desa di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Jumat, 23 Januari 2026 sore hingga Sabtu dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga meninggal dunia, ratusan rumah rusak, serta ratusan warga terpaksa mengungsi.

Berdasarkan pembaruan laporan situasi BPBD Jawa Tengah yang beritajateng.tv terima pada Minggu, 25 Januari 2026, banjir bandang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga sejak Jumat sore sekitar pukul 17.30 WIB hingga Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 03.30 WIB.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jawa Tengah, Armin Nugroho, mengatakan banjir bandang menyebabkan kerusakan serius pada permukiman warga dan infrastruktur penghubung antarwilayah.

“Banjir bandang dipicu hujan intensitas tinggi. Banjir menyebabkan kerusakan infrastruktur, rumah warga, serta korban jiwa dan luka,” kata Armin via WhatsApp, Minggu, 25 Januari 2026.

Adapun wilayah terdampak meliputi Desa Gunungsari, Penakir, Jurangmangu, Batursari, Clekatakan, Karangsari, dan Nyalambeng di Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima di Kecamatan Moga.

Di Desa Penakir, banjir bandang berdampak paling parah. BPBD mencatat sebanyak 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak, dengan sekitar 800 jiwa sempat terisolir akibat putusnya akses jembatan.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem hingga Banjir Bandang, Semua Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara

“Di Desa Penakir terdapat enam rumah rusak berat, tujuh rumah hanyut, empat rumah rusak sedang, dua jembatan putus, satu musala rusak, dan satu warga meninggal dunia,” ujar Armin.

Sementara di Desa Sima, Kecamatan Moga, banjir bandang merusak sedikitnya 33 rumah. Satu rumah dilaporkan hanyut, 12 rumah rusak berat, dan 20 rumah rusak sedang. Selain itu, sekitar tujuh warga mengalami luka ringan.

Kerusakan infrastruktur juga terjadi di sejumlah desa lain. Di Desa Gunungsari, dua jembatan penghubung antardusun terputus. Di Desa Jurangmangu, jaringan perpipaan desa sepanjang kurang lebih dua kilometer hanyut dan jembatan Sungai Reas mengalami kerusakan.

Sementara di Desa Batursari, satu jembatan di Sungai Comal yang menghubungkan wilayah perbatasan Desa Penakir turut terputus.

“Untuk Desa Karangsari dan Desa Nyalambeng, akses jalan sempat tertutup material banjir bandang, namun saat ini sudah tertangani,” tutur Armin.

Pengungsi Banjir Bandang Pemalang Capai 514 Jiwa, Hujan Intensitas Ringan Masih Guyur Kecamatan Pulosari

BPBD Jawa Tengah mencatat total pengungsi mencapai 514 jiwa. Para pengungsi tersebar di Kantor Kecamatan Pulosari sebanyak 132 jiwa, Gedung PC NU 308 jiwa, serta SDN 02 Penakir sebanyak 30 jiwa.

Armin menuturkan, hingga Minggu pagi, kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Pulosari masih hujan dengan intensitas ringan. Petugas gabungan masih melakukan pembersihan material banjir dan evakuasi warga di sejumlah desa terdampak.

“Pengungsian dan dapur umum berada di Kantor Kecamatan Pulosari, PC NU, Balai Desa Penakir, PAUD Desa Pulosari, serta SDN 02 Penakir. Bantuan logistik juga sudah dikirimkan ke Desa Sima Kecamatan Moga dan wilayah Pulosari,” jelas Armin.

BACA JUGA: Banjir Bandang Kembali Terjang Area Wisata Guci Tegal, Kini Berstatus Tanggap Darurat 14 Hari

Dalam upaya penanganan darurat, BPBD bersama pemerintah kecamatan dan desa melakukan evakuasi warga ke lokasi aman. Kemudian mendirikan dapur umum dengan kebutuhan sekitar 1.386 bungkus makanan, serta berkoordinasi lintas sektor untuk penanganan lanjutan.

BPBD Jawa Tengah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat hujan masih berpotensi terjadi di wilayah hulu.

Adapun kebutuhan mendesak di lokasi terdampak saat ini meliputi logistik permakanan, family kit, pampers bayi, selimut, pakaian layak pakai, serta obat-obatan. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp