SEMARANG, beritajateng.tv – Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang menilai langkah sekolah membantu mengunggah dokumen persyaratan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 cukup membantu para orang tua calon peserta didik.
Meski demikian, proses verifikasi masih menemukan berbagai kesalahan administrasi pada berkas yang telah diunggah.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono, mengatakan sejumlah ketidaksesuaian data masih ada saat proses verifikasi berlangsung.
“Hasil verifikasi menunjukkan masih banyak data yang tidak sesuai, seperti nama pada kartu keluarga (KK) berbeda dengan yang tercantum di akta kelahiran,” ujarnya di Ungaran, Rabu 3 Juni 2026.
Selain perbedaan data identitas, petugas verifikasi juga menemukan kesalahan unggah dokumen, seperti akta kelahiran yang tertukar dengan milik saudara kandung atau data orang tua yang belum dilengkapi.
Menurut Joko, kondisi tersebut menunjukkan masih ada orang tua yang belum sepenuhnya memahami tata cara pendaftaran secara online.
BACA JUGA: Jelang SPMB SMA/SMK, Mohammad Saleh Ingatkan Alokasi 232 Ribu Kursi Harus Terbuka
Karena itu, ia mendorong Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang untuk meningkatkan sosialisasi terkait mekanisme dan tata laksana SPMB.
“Ke depan perlu sosialisasi yang lebih intens agar orang tua benar-benar memahami proses pendaftaran online,” tegasnya.
Joko menambahkan, sekolah tidak langsung menolak berkas tersebut bermasalah. Sebaliknya, sekolah minta calon siswa melengkapi atau memperbaiki dokumen yang masih kurang maupun tidak sesuai.
Terkait jalur prestasi, hasil pemantauan Dewan Pendidikan menunjukkan sebagian besar sekolah saat ini masih memprioritaskan proses verifikasi pendaftar jalur domisili karena jumlah peminatnya lebih banyak.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB 2026 SMPN 2 Ungaran, Suwardi, membenarkan masih adanya sejumlah kesalahan dalam berkas pendaftaran yang masuk.
“Masih ada temuan KK yang tidak sesuai maupun dokumen yang salah unggah. Kemungkinan karena proses pengunggahan terlaksana secara kolektif melalui bantuan sekolah asal,” jelasnya.





