“Jumlah guru ini tentu perlu ada penambahan. Kami berharap guru-guru yang nantinya keterima melalui PPPK bisa mendapat prioritas. Untuk di tempatkan di Sekolah Rakyat agar beban mengajar tidak terlalu berat,” tegas Mualim.
Selain guru, DPRD juga menyoroti keterbatasan jumlah wali asuh yang akan mendampingi siswa selama tinggal di asrama.
Menurutnya, keberadaan wali asuh memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus memastikan kebutuhan peserta didik terpenuhi.
Komisi D juga mendorong agar layanan psikolog hadir dengan jumlah memadai. Pendampingan psikologis menurutnya penting mengingat siswa berasal dari latar belakang sosial yang beragam dan akan menjalani kehidupan di lingkungan berasrama.
Tak hanya itu, Mualim berharap daya tampung Sekolah Rakyat dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Sehingga lebih banyak anak yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan gratis.
“Kami berharap seluruh anak yang mendaftar nantinya bisa tertampung. Jangan sampai banyak calon siswa yang harus tertunda hanya karena keterbatasan kuota,” pungkasnya.
Hanya Butuh Lima Guru Tambahan
Kepala Sekolah Rakyat (SR) di Rowosari, Semarang, Ridho Irwanto mengatakan, pada tahun ajaran 2026/2027 sekolah menampung 270 siswa. Yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Jumlah tersebut akan terus bertambah pada tahun ajaran berikutnya seiring hadirnya peserta didik baru.
“Di awal tahun ajaran ini kami menampung 270 siswa, masing-masing 90 siswa untuk SD, SMP, dan SMA. Tahun depan jumlahnya tentu akan bertambah karena ada kakak kelas dan peserta didik baru,” ujarnya.
Ia mengakui proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi fase yang paling menantang. Mengingat seluruh siswa tinggal di asrama dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Ini masa yang sangat krusial. Anak-anak pasti mengalami proses adaptasi, termasuk rasa rindu kepada keluarga atau homesick. Karena itu kami membutuhkan dukungan tidak hanya dari sekolah, tetapi juga dari orang tua agar proses penyesuaian berjalan baik,” katanya.
Menurutnya, beberapa orang tua sudah datang menjenguk anak-anak mereka selama MPLS berlangsung.





