SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Rakyat (SR), Kamis, 16 Juli 2026.
Dalam sidaknya, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim mengapresiasi kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang.
Namun di balik fasilitas yang menurutnya memadai, kalangan legislatif menyoroti masih minimnya tenaga pendidik, wali asuh, hingga layanan psikolog bagi ratusan siswa yang akan tinggal di asrama.
Dalam kunjungan tersebut, para anggota dewan meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus melihat langsung kesiapan sarana dan prasarana sekolah.
Mualim, menilai keberadaan Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami memberikan apresiasi karena Kota Semarang kini memiliki Sekolah Rakyat yang terintegrasi mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA:
Menurut Mualim, konsep Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi juga menyediakan fasilitas penunjang yang dinilai sangat lengkap, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga kebutuhan makan siswa.
“Fasilitasnya sangat baik. Ruang kelas, asrama, hingga pola pembelajarannya sudah pemerintah siapkan. Bahkan kami melihat anak-anak makan bersama, sehingga tumbuh rasa kebersamaan di antara mereka,” katanya.
Apresiasi Fasilitas Sekolah Rakyat
Tak hanya itu, ia mengapresiasi konsep pembinaan berkelanjutan yang pemerintah siapkan. Termasuk pendampingan bagi lulusan agar memiliki peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Meski demikian, Komisi D menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera ada pembenahan agar program tersebut berjalan optimal. Salah satunya menyangkut rasio tenaga pendidik dengan jumlah peserta didik.
Saat ini Sekolah Rakyat menampung 270 siswa yang terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Sementara jumlah guru yang tersedia baru sekitar 20 orang.





