Namun, pihak sekolah terus mengimbau agar orang tua ikut mendukung proses pembentukan karakter dan kemandirian siswa.
Bantah kekurangan guru
Menanggapi sorotan DPRD mengenai keterbatasan guru, ia menegaskan kondisi tersebut tidak separah yang dibayangkan.
“Sebenarnya bukan kekurangan guru yang signifikan. Operasional sekolah memang belum dalam kondisi ideal karena ini baru tahap awal. Guru SMA dan SMP yang ada masih bisa saling mendukung dalam proses pembelajaran,” jelasnya.
Meski demikian, sekolah masih membutuhkan tambahan lima tenaga pendidik. Terdiri atas tiga guru SD, satu guru Pendidikan Agama, dan satu guru Seni.
“Yang masih kami butuhkan adalah guru agama, guru seni, dan tambahan tiga guru SD. Selebihnya masih bisa kami atasi melalui sistem guru bantu,” ungkapnya.
Selama masa transisi hingga rekrutmen guru Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat pada September 2026, kebutuhan tenaga pendidik akan di penuhi melalui dukungan Dinas Pendidikan.
“Dinas Pendidikan sudah siap mengirim guru bantu sampai rekrutmen dari kementerian selesai pada September nanti,” katanya.
Selain tenaga pendidik, pihak sekolah memastikan kebutuhan pendampingan siswa juga telah dipersiapkan. Saat ini tersedia 17 wali asuh dengan rasio satu pendamping untuk 10 siswa. Jumlah tersebut akan diperkuat lagi dengan tambahan 10 wali asuh dari Direktorat Pendidikan.
“Wali asuh sudah tersedia dan kementerian juga sudah menyiapkan tambahan. Jadi untuk pendampingan siswa kami pastikan aman,” ujarnya.
Di bidang kesehatan, Sekolah Rakyat telah menjalin kerja sama dengan Puskesmas Rowosari untuk memberikan layanan medis kepada siswa. Sementara layanan psikologi didukung oleh Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang.
“Kalau ada kebutuhan layanan psikolog, kami bekerja sama dengan Unika. Selain layanan insidental, mereka juga memiliki program pendampingan khusus bagi siswa,” jelasnya.
Sementara itu, proses pembangunan fisik Sekolah Rakyat disebut hampir rampung. Saat ini pekerjaan hanya menyisakan tahap penyelesaian akhir atau finishing sehingga beberapa area belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya.





