Untuk memenuhi kebutuhannya selama di Mesir, ia mencoba berbagai bisnis, mulai dari katering hingga berjualan bakso. Selain itu, ia juga pernah menjadi pengatur untuk ke Hajar Aswad selama musim haji.
BACA JUGA: Resmi Jadi Warga NU, Ini 5 Baiat yang Diikrarkan Ustadz Hanan Attaki
Setelah kembali ke Indonesia, ia bekerja sebagai pengajar di SQT Habiburrahman dan Jendela Hati. Ia juga menjabat sebagai Direktur di Rumah Quran Salman ITB.
Di Bandung, ia mendirikan Gerakan Pemuda Hijrah pada Maret 2015 yang berfokus pada anak muda dengan menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube untuk berdakwah. Selain tetap mengajar dan mengurus gerakannya, ia juga sering mengisi kajian Islam di Masjid Trans Studio Bandung.
Kajian tersebut dihadiri oleh mayoritas anak muda yang sebelumnya tergabung dalam kelompok preman, geng motor, dan lainnya. Gaya ceramahnya yang disukai banyak orang membuat ia sering diundang untuk mengisi kajian Islam di berbagai daerah di Indonesia. (*)





