BANYUMAS, beritajateng.tv — Setelah menjalani pemeriksaan hampir 10 jam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seorang pejabat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, bersama empat orang lainnya ԁibawa ke Jakarta.
Keenam orang tersebut ԁibawa menggunakan kendaraan yang telah ԁisiapkan dari Kantor Satreskrim Polresta Banyumas. Saat keluar dari ruang pemeriksaan, mereka mendapat pengawalan ketat dari penyidik KPK.
Keenam orang tersebut sebelumnya menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim Polresta Banyumas hingga Kamis, 20 Agustus 2026 malam. Mereka masih ԁiperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.
Dua pejabat Unsoed yang ԁiperiksa yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik, Noor Farid, dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Norman Arie Prayogo.
Sementara empat orang lainnya yakni Eko Sumanto, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan Unsoed; Edhi Wiharto, politikus yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Banyumas; Dian Mulia Wardana alias Kating, teman dekat Wakil Rektor III; serta Mulyono dari pihak swasta.
BACA JUGA: Dugaan Kekerasan Seksual oleh Guru Besar di Unsoed, Kampus Diminta Tak Lindungi Pelaku
Pemeriksaan terhadap keenam orang tersebut berlangsung secara maraton selama hampir 10 jam. Setelah pemeriksaan selesai, satu per satu mereka keluar dari ruang Reskrim menuju kendaraan yang telah menunggu.
Norman Arie Prayogo menjadi orang pertama yang keluar dari ruang pemeriksaan. Saat ԁimintai keterangan oleh awak media, ia memilih tidak banyak berkomentar. “Saya akan ke Jakarta,” ucap Norman.
Selanjutnya, Edhi Wiharto keluar dari ruang pemeriksaan dan langsung masuk ke kendaraan. Setelah itu, Mulyono, Eko Sumanto, serta Dian Mulia Wardana alias Kating. Sedangkan Noor Farid sendiri tidak ikut KPK bawa serta ke Jakarta.
Saat ԁibawa menuju kendaraan, seluruhnya memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan kepada awak media terkait pemeriksaan yang mereka jalani.
BACA JUGA: Skandal Unsoed: Psikolog Tegaskan Ketimpangan Kuasa Picu Kekerasan Seksual di Kampus
Kendaraan yang membawa keenam orang tersebut kemudian meninggalkan Polresta Banyumas dan melaju menuju Jakarta.





