“Keterangan dari tetangganya korban memang sering membuat vlog, terkenalnya di desa seperti itu,” ujar Kapolsek Bonang, Miftahun Nur.
Ia menduga kuat bahwa korban ingin mengabadikan momen luapan air sungai yang ekstrem sebagai bahan konten pribadinya.
Hasil pemeriksaan medis menyatakan tidak ada tanda kekerasan fisik, melainkan murni akibat tenggelam karena paru-paru korban kemasukan air.
“Intinya dia tenggelam, paru-parunya kena air,” jelas Miftah mengenai penyebab sang konten kreator Demak meninggal. (*)





