BLORA, beritajateng.tv – Sejumlah petani jagung di Kabupaten Blora Jawa Tengah mulai masuk masa panen di tengah musim kemarau ini.
Tanaman jagung di tengah kondisi musim kemarau di Blora ini, mampu menghasilkan panen dengan harga jual yang petani nilai cukup menguntungkan.
Salah satunya Indasih, petani asal Desa Harjowinangun, Kecamatan Japah, Blora. Dia kini tengah memanen jagung yang berada pada lahan sawah seluas hampir dua hektare.
“Harga jagung kering di tingkat petani saat ini mencapai sekitar Rp6.300 per kilogram. Sementara jagung basah hasil panen sekitar Rp5.500 per kilogram,” katanya, Ahad, 27 September 2026.
BACA JUGA: Imbas Kemarau Panjang, Pemkab Blora Pompa Air Sungai Lusi Selamatkan Lahan Jagung Mengering
Bagi Indasih, kondisi musim kemarau justru memberikan keuntungan tersendiri. Tanaman jagung dia nilai lebih optimal berbuah ketika curah hujan tidak terlalu tinggi. Asalkan kebutuhan air tetap terpenuhi.
Untuk menjaga tanaman tetap tumbuh, Indasih memanfaatkan air sungai yang berada tidak jauh dari lahan pertaniannya.
Penyiraman dia lakukan secara terbatas, karena tanaman jagung tidak membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.
“Untuk tanaman jagung, dari awal tanam sampai umur sekitar 30 hari, penyiraman hanya dilakukan beberapa kali. Yang penting air tetap tersedia,” kata Indasih.
BACA JUGA: Petani di Jawa Tengah bakal Digaji UMK per Hektare Lahan, Kok Bisa?
Mayoritas petani di Desa Harjowinangun memilih menanam jagung setelah menyelesaikan panen padi.
Jagung menjadi salah satu tanaman yang dinilai mampu memberikan tambahan pendapatan bagi petani selama musim kemarau.
Serangan Hama Tikus
Meski demikian, keuntungan tersebut bukan tanpa tantangan. Petani masih dihantui serangan hama tikus yang dapat merusak tanaman sejak usia dini.
Indasih mengaku sempat frustrasi ketika tanaman jagungnya yang baru berusia sekitar tiga minggu kena serangan hama tikus.
Kerusakan tanaman jagung membuat sebagiannya harus ada penanaman kembali. Ancaman lainnya, hasil panen tidak maksimal.





