Jateng

Dipecat! DC Pinjol Klarifikasi Usai Prank Damkar Kota Semarang

×

Dipecat! DC Pinjol Klarifikasi Usai Prank Damkar Kota Semarang

Sebarkan artikel ini
Pelaku prank DC pinjol, Fenando (tengah) saat klarifikasi di kantor Damkar Kota Semarang. Sabtu, 25 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Pelaku prank DC pinjol, Fenando (tengah) saat klarifikasi di kantor Damkar Kota Semarang. Sabtu, 25 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Annur menjelaskan bahwa PT GAD hanya berperan sebagai penyedia tenaga kerja (labor supply), salah satunya Fenando. Sementara operasional dan SOP berada di bawah perusahaan pengguna atau tempat Fenando bekerja, yakni PT TIN.

“Yang Mas Fenan lakukan itu di luar SOP dan inisiatif pribadi. Namun kami tetap bertanggung jawab secara moral dengan mendampingi proses klarifikasi,” jelasnya.

Pihaknya juga memastikan akan mengambil tindakan tegas.

“Yang pasti kami akan keluarkan [pemecatan] dan melakukan evaluasi internal, termasuk proses screening tenaga kerja,” tegas Annur.

Penjual Nasi Goreng Kaget Damkar Datangi Akibat Prank

Sementara itu, Pak Ngadi, pemilik warung yang menjadi sasaran teror, mengaku terkejut saat dua armada Damkar datang ke tempat usahanya.

“Saya sangat kaget, tiba-tiba Damkar datang dua unit. Ternyata salah, tidak ada apa-apa,” ujarnya.

Ia mengungkapkan memiliki pinjaman sekitar Rp2 juta dari salah satu aplikasi pinjol sejak pandemi, yang dugaan kuat menjadi pemicu aksi teror tersebut.

Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti, menegaskan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi, bahkan marak di berbagai daerah.

“Hal seperti ini sudah terjadi berulang-ulang kali, tidak hanya di Kota Semarang tapi di seluruh wilayah Indonesia. Teman-teman ambulans, ojek online juga sering mengalami,” ujarnya.

Sebelumnya, Damkar Kota Semarang menerima laporan kebakaran palsu di warung Nasi Goreng Babat di Jalan WR Supratman, Ngemplak Simongan pada Kamis, 23 April 2026.

BACA JUGA: Polisi Kena Prank, Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa Dadakan di Balai Kota Semarang

Laporan masuk melalui call center 112, sehingga petugas langsung menerjunkan dua armada dan 12 personel sesuai SOP. Namun, setibanya di lokasi, tidak ada temuan kebakaran.

Belakangan terungkap, laporan tersebut diduga dilakukan oleh debt collector sebagai bentuk teror penagihan kepada pemilik warung, Pak Ngadi, yang memiliki tunggakan pinjol sejak masa pandemi Covid-19. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp