Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga transparansi dan keadilan selama proses penerimaan peserta didik berlangsung. Agar seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan.
“Kami berkomitmen menjaga itu dan masyarakat juga harus memahami bersama-sama sehingga SPMB bisa berjalan lancar dan adil untuk semuanya,” lanjutnya.
Selain memastikan proses seleksi berjalan objektif, Dinas Pendidikan Kota Semarang juga menjamin daya tampung sekolah di Kota Atlas masih mencukupi untuk seluruh anak usia sekolah.
Menurut Ahsan, keberadaan sekolah negeri maupun swasta di Semarang dinilai mampu menampung peserta didik dari jenjang TK hingga SMP.
“Jumlah sekolah negeri dan swasta di Kota Semarang cukup untuk menampung seluruh anak usia sekolah, mulai jenjang TK, SD sampai SMP,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masyarakat juga memiliki banyak pilihan pendidikan karena selain sekolah umum tersedia madrasah di bawah naungan Kementerian Agama.
“Ada TK, RA, SD, MI, SMP, MTS, baik negeri maupun swasta. Semua itu cukup untuk menampung anak usia sekolah di Kota Semarang. Masyarakat tinggal menentukan pilihannya,” tandas Ahsan.
Di sisi lain, program sekolah swasta gratis juga terus diperluas. Tahun ini, tercatat sebanyak 133 sekolah swasta ikut terlibat dalam program tersebut.
Pihaknya memastikan informasi detail mengenai kuota dan mekanisme SPMB 2026 nantinya dapat diakses masyarakat secara daring saat sistem resmi dibuka.
Melalui peringatan Hardiknas 2026, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat pemerataan pendidikan semakin kuat. Sekaligus membangun sistem penerimaan murid baru yang bersih, transparan, dan berpihak pada hak belajar seluruh anak. (*)





