SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan Kota Semarang mempercepat program rehabilitasi sekolah rusak yang masuk kategori sedang hingga berat.
Pada 2026, lebih dari 30 titik sekolah menjadi sasaran perbaikan sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan, mengatakan rehabilitasi sekolah rusak ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Perbaikan berjalan secara bertahap mengingat jumlah sekolah yang membutuhkan penanganan masih cukup banyak.
“Masih ada beberapa sekolah yang mengalami kerusakan. Tahun 2026 kami fokus melakukan rehabilitasi di lebih dari 30 titik sekolah dasar yang masuk kategori rusak sedang dan berat,” ujar Ahsan.
Menurutnya, setiap bangunan yang akan ada perbaikan terlebih dahulu menjalani asesmen oleh tim sarana dan prasarana. Langkah itu agar jenis penanganan sesuai dengan tingkat kerusakan yang pihaknya temukan di lapangan.
“Ada bangunan yang masuk kategori rusak sedang dan ada yang berat. Semua akan kami asesmen terlebih dahulu agar perbaikannya tepat sasaran,” katanya.
Ahsan menjelaskan, proses rehabilitasi saat ini sudah berjalan. Sebagian proyek telah memasuki tahap lelang, sementara beberapa lokasi lainnya sudah mulai pengerjaan oleh penyedia jasa yang di tunjuk.
“Programnya sudah berjalan. Ada yang masih proses pengadaan, ada juga yang sudah mulai pengerjaan. Kami berharap seluruh pekerjaan selesai sesuai target sehingga siswa dapat belajar dengan lebih aman,” jelasnya.
BACA JUGA: Atap Lapuk dan Kusen Hancur Dimakan Rayap, SDN Pendrikan Lor 02 Semarang Masuk Prioritas Perbaikan
Ia menambahkan, program rehabilitasi sekolah akan terus berlanjut pada tahun 2027. Pemerintah Kota Semarang menargetkan lebih dari 40 sekolah kembali mendapatkan alokasi perbaikan.
“Dengan jumlah SD negeri mencapai 325 sekolah, kebutuhan rehabilitasi memang terus ada setiap tahun. Setelah satu sekolah selesai perbaikan, sekolah lain mulai membutuhkan pemeliharaan. Karena itu program ini akan terus berlanjut,” ungkapnya.
Salah satu sekolah yang dipastikan masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi adalah SD Negeri Pendrikan Lor 02 Semarang.
Sekolah tersebut mengalami kerusakan pada empat ruangan, yakni dua ruang kelas, ruang UKS, dan perpustakaan akibat bangunan yang sudah tua serta dimakan rayap.
Kepala SD Negeri Pendrikan Lor 02 Semarang, Dwi Hartiningsih, mengatakan kondisi bangunan memaksa pihak sekolah mengalihkan proses belajar mengajar ke ruang lain yang lebih aman.
“Kusen-kusennya hampir habis dimakan rayap dan atapnya sudah membahayakan. Kami terpaksa memindahkan anak-anak ke kelas lain, musala, bahkan belajar di luar ruangan agar tetap aman,” ujarnya.
Menurut Dwi, sekolah terakhir kali mendapat renovasi besar pada era 1990-an. Perbaikan darurat sempat berjalan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun hanya mampu menutup sebagian kecil kerusakan.
“Kami berharap rehabilitasi segera terealisasi agar anak-anak bisa belajar dengan tenang tanpa rasa khawatir terhadap kondisi bangunan,” katanya. (*)





