SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang menjelaskan rencana regrouping sekolah yang akan diterapkan di wilayahnya. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas proses pembelajaran peserta didik.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Semarang, M Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa pihaknya mengidentifikasi sebanyak 12 sekolah yang masuk rencana regrouping. Penentuan tersebut didasarkan pada hasil pemetaan awal kondisi sekolah.
“Dari identifikasi awal, ada 12 sekolah di Kabupaten Semarang yang akan kami regrouping,” ujar Taufiqurrahman saat beritajateng.tv temui di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Kamis, 29 Januari 2026.
Taufiq menjelaskan, Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga mengelompokkan sekolah yang berpotensi diregrouping ke dalam dua klasifikasi. Pertama, sekolah kecil yang kekurangan murid sehingga jumlah peserta didiknya tidak ideal dalam satu rombongan belajar (rombel). Kedua, sekolah dengan satu kampus dan satu manajemen yang memungkinkan pengelolaan lebih efisien dalam satu atap.
BACA JUGA: Talkshow di UKSW, Gibran Soroti Pendidikan, Kesehatan, dan Trans Papua
Menurutnya, sekolah dengan jumlah murid minim membuat proses pembelajaran kurang optimal. Guru kesulitan mengajar secara maksimal, sementara di sisi lain banyak sekolah juga mengalami keterbatasan tenaga pendidik.
Sementara itu, pada sekolah satu kampus, penggabungan ternilai lebih efektif dari sisi manajemen. “Misalnya ada dua sekolah tetapi hanya memiliki satu kepala sekolah. Secara manajemen, akan lebih efisien jika sekolah tersebut regrouping,” jelasnya.
Meski demikian, Taufiq menegaskan bahwa proses regrouping sekolah tidak bisa terlaksana secara instan. Pemerintah daerah harus melalui tahapan panjang, mulai dari pengusulan, kajian, evaluasi, hingga pengambilan keputusan akhir.
Ia memperkirakan, proses hingga penetapan regrouping atau tidaknya sebuah sekolah membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan. “Karena memang banyak hal yang harus kami pertimbangkan,” tambahnya.





