TAIPEI, beritajateng.tv – Misteri kemunculan oarfish di lepas pantai Taipei, Taiwan pada Juni 2023 menarik perhatian publik. Oarfish, sering disebut ikan kiamat atau ikan gempa dan dikaitkan pula dengan bencana menurut mitos Jepang.
Meskipun seharusnya jarang terlihat oleh manusia, instruktur menyelam Wang Cheng-Ru berhasil merekam momen langka ini dan membagikannya di akun Instagramnya.
Penampilan ikan tersebut begitu unik dengan tubuhnya yang ramping dan panjang hampir 2 meter, serta matanya yang besar menonjol. Tubuhnya berwarna silver berkilau menambah pesona keindahannya.
BACA JUGA: Produksi Tangkapan Ikan Laut di Jateng Capai 118 Ribu Ton, DKP Jateng Terus Berdayakan Nelayan
Namun, ukuran oarfish yang Cheng-Ru rekam sebenarnya kecil daripada spesies lainnya. Para ilmuwan mengamati bahwa panjangnya bisa mencapai 7 hingga 11 meter, bahkan diperkirakan terdapat oarfish dengan ukuran terpanjang mencapai 15 meter.
Para penyelam yang berkesempatan melihat oarfish ini merasa beruntung karena momen tersebut sangat langka. Beberapa dari mereka bahkan berani menyentuh tubuh ikan tersebut, meskipun dugaan bahwa lubang-lubang di tubuhnya mungkin adalah bekas luka akibat perkelahian dengan predator.
“Saya sedang menyelam bersama kelompok dan kami segera mengenali itu ikan gempa. Itu adalah pertemuan yang sangat istimewa, karena saya belum pernah melihatnya di kehidupan nyata sebelumnya. Ada lubang di tubuh oarfish yang mungkin berasal dari serangan hiu,” tulis Cheng-Ru.
Dugaan naiknya oarfish ke permukaan laut
Cheng-Ru berpendapat bahwa oarfish mungkin terdorong ke permukaan laut karena sedang sekarat akibat serangan predator, sehingga tidak dapat kembali ke habitatnya di laut dalam.
Habitat asli ikan tersebut berada di kedalaman 200 hingga 1.000 meter di bawah permukaan laut, namun arus yang kuat bisa menyebabkan beberapa dari mereka terdampar di pantai.
Terkait dengan mitos Jepang yang menghubungkan kemunculan oarfish dengan gempa dan tsunami, studi di jurnal GeoScienceWorld membantah kebenaran cerita legenda tersebut.
Meskipun ada beberapa peristiwa di mana ikan tersebut muncul sebelum gempa bumi, korelasi antara keduanya tidak dapat kita anggap sebagai bukti ilmiah yang kuat.
BACA JUGA: DKP Jateng Nilai Fenomena El Nino Dapat Tingkatkan Penangkapan Ikan Air Laut, Ini Alasannya
Sejauh ini, para peneliti hanya menemukan satu peristiwa yang dapat terkaitkan secara masuk akal dari 336 kemunculan ikan itu dan 221 peristiwa gempa bumi.
Satu contoh yang mencuri perhatian adalah penangkapan oarfish sepanjang 6 meter di lepas pantai Chili pada Juli 2022. Kehadiran ikan tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya gempa, tetapi untungnya hal tersebut tidak pernah terjadi.
Tetap saja, kehadiran oarfish di permukaan laut atau terdampar menjadi fenomena yang menarik untuk dipelajari lebih lanjut. Meskipun mitosnya tidak sepenuhnya terbukti, keajaiban makhluk laut ini tetap menjadi misteri yang menawan di dunia bawah laut. (*)





