Olahraga

Tak Bisa Turut Laga Kontra Borneo FC, Carlos Fortes & Boubakary Diarra Kena Sanksi Ini dari Komdis PSSI

×

Tak Bisa Turut Laga Kontra Borneo FC, Carlos Fortes & Boubakary Diarra Kena Sanksi Ini dari Komdis PSSI

Sebarkan artikel ini
Fortes Diarra
Dua pemain asing PSIS, Carlos Fortes dan Boubakary Diarra. (Foto: PSIS)

SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang harus menerima pukulan telak jelang laga lawan Borneo FC pada pekan kelima BRI Liga 1 2023/24. Pasalnya, dua pemain asing PSIS yakni Carlos Fortes dan Boubakary Diarra mendapat sanksi dari Komdis PSSI imbas dari pertandingan terakhir menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Jumat, 21 Juli 2023 silam.

Menyikapi kartu merah yang Fortes terima, pihak Komdis PSSI menyatakan bahwa ia melanggar pasal 49 ayat 1 huruf (d) dan ayat 2 kode disiplin PSSI 2023.

Sebagai konsekuensinya, Fortes menerima hukuman tambahan larangan bermain dalam dua pertandingan terdekat dan denda sebesar Rp10.000.000.

BACA JUGA: PSIS Belum Pernah Menang Lawan Borneo FC, Agius: Fokus Pertandingan Besok

Sementara itu, Komdis PSSI menganggap Diarra melakukan tindakan pelanggaran serious foul play dan hal tersebut luput dari perhatian perangkat pertandingan.

Perbuatan tersebut melanggar Pasal 48A huruf (a) dan (f) Kode Disiplin PSSI Tahun 2023. Akibatnya, ia terkena hukuman larangan bermain dalam satu pertandingan dan denda sebesar Rp10.000.000.

Menanggapi keputusan Komdis PSSI atas Fortes dan Diarra, manager operasional PSIS Wisnu Adi merasa sangat menyayangkan.

BACA JUGA: PSIS Lawan PSS Sleman Cetak Skor 2-2 di Stadion Maguwoharjo

“Pertama kami sangat menyesal. Terkait hukuman kartu merah untuk Fortes, menurut kami, itu sudah cukup. Fortes melakukan tindakan tersebut juga karena terprovokasi oleh pemain lawan, dan tidak ada tingkah buruk lainnya yang membuat gaduh. Oleh karena itu, tambahan hukuman dua pertandingan sangat di sayangkan,” ujar Wisnu Adi, Kamis, 27 Juli 2023.

“Kedua, terkait Diar ra. Setelah kami teliti rekaman video yang ada, posisi bertahan dan cara dia membuang bola sudah benar, sementara kepala pemain lawan mendekat ke bola. Namun, mengapa masih ada hukuman setelah itu? Terakhir, kami merasa kecewa karena keputusan dari Komdis tidak bisa banding dan surat dari Komdis juga datang begitu dekat dengan pertandingan terdekat, sehingga mengganggu persiapan tim. Ada apa dengan Komdis?” pungkasnya. (*)