Ditemukan Jenazah Diduga Iwan Budi Bapenda, Ini Kata Sekda Kota Semarang

Olah TKP ditemukannya jenazah di duga Iwan Budi pegawai Bapenda yang hilang.

SEMARANG, 9/9 (BeritaJateng.tv) – Dugaan ditemukannya jasad Iwan Budi Paulus Prasetyo di kawasan Marina, Jumat (9/9) lagi masih menjadi misteri. Pihak Pemkot Semarang pun kepastian benarkah jasad yang terbakar ini, merupakan pegawai Badan Pendapat Daerah (Bapenda) Kota Semarang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan pihaknya baru mendapatkan kabar terkait dugaan penemuan jasad Iwan Budi dari Kepala Bapenda Kota Semarang, Indriyasari.

Namun mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ini belum bisa memastikan apakah sosok jasad menurut informasi tidak utuh ini merupakan pegawai Bapenda.

“Kita belum bisa memastikan 100 persen. Kepolisian masih bekerja dan memastikan bahwa sosok jasad yang ditemukan ini benar-benar mas Iwan,” katanya, Jumat (9/9).

Iswar menerangkan secara kasar, memang sepeda motor yang terbakar bersama penemuan jasad itu sesuai dengan kendaraan dinas yang digunakan Iwan Budi.

“Mulai plat nomor, nomor rangka, dan name tag Iwan juga ditemukan. Secara pasti kita tunggu keterangan polisi mungkin lewat tes DNA,” jelasnya.

Disinggung menghilangnya Iwan Budi, apakah berhubungan dengan dugaan korupsi penyelewengan aset, dan akan dimintai keterangan Polda Jateng sehari sebelum pemeriksaan. Iswar menerangkan jika pihaknya belum mendalami secara detail dugaan tersebut. Namun sepengetahuannya, kejadian itu diperkirakan terjadi pada tahun 2010.

“Memang pernah dianggarkan DPKAD untuk PSU dari BSB sebesar kurang lebih Rp 3 miliar. Namun anggarannya ini hanya digunakan untuk honor tim dan tidak digunakan semua,” tuturnya.

“Dugaan atau letak korupsinya dimana kan masih pendalaman. Apakah Iwan hilang terkait itu kita juga belum mendapatkan kepastian,” tambahnya.

Menurut Iswar, sebelum menghilang, Iwan diundang sebagai saksi. Intinya pihaknya menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian yang akan melakukan pendalaman.

“Apakah ada hubungannya Iwan menghilang karena kasus itu dan temuan jasad tadi kita belum tahu dan kita serahkan ke kepolisian,” tegasnya.

Iswar menghimbau, kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Semarang untuk berhati-hati dalam bekerja dan harus sesuai dengan koridor yang diatur dalam perundang-undangan.

“Saya berpikir, kalau kerjanya positif dapat nilai dari masyarakat ya positif juga. Bekerja apa adanya, komunikasi secara terbuka terhadap masyarakat. ASN sekarang kan sudah enak, sudah lengkap semua, bahkan sisi tunjangan pun juga oke,” pungkasnya. (Ak/El)

Leave a Reply