SEMARANG, beritajateng.tv – Fenomena El Nino yang menurut prediksi menguat setelah bulan Juni 2023 bakal berpengaruh terhadap penangkapan ikan air laut.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Kurniawan Priyo Anggoro menyebut fenomena El Nino akan lebih berpengaruh kepada nelayan perikanan umum daratan (PUD).
“Kalau di sektor penangkapan ikan di laut kurang begitu terdampak ya, karena kan ikan itu beruaya. Jadi, migrasi ikan kalau di laut itu jauh. Kecuali kalau ikan yang ada di sungai dan di danau,” ucap Kurniawan saat beritajateng.tv temui di Kantor DPK Jateng, Selasa sore, 27 Juni 2023.
Kurniawan menyebut, fenomena El Nino dapat menyebabkan debit air menurun. Meskpiun dengan menurunya debit air membuat ikan lebih mudah tertangkap, ia menilai hal itu juga berpengaruh pada sumber daya ikan (SDI), terutama perikanan di daratan. Baginya, perlu ada campur tangan Pemerintah setelah fenomena El Nino usai.
“Akan tetapi SDI (sumber daya ikan) yang ada pasti drop. Sehingga nanti mungkin setelah El Nino selesai dan turun hujan, mungkin ada campur tangan Pemerintah terkait dengan penebaran di daerah-daerah yang terdampak El Nino,” ucap Kurniawan.
“Misal waduk atau pun daerah aliran sungai (DAS). Terutama ikan-ikan yang endemi. ikan-ikan yang ada asli di daerah tersebut,” imbuh Kurniawan.
BACA JUGA: Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi, Ratusan Nelayan di Rembang Memilih Tidak Melaut
Produksi budidaya PUD akibat fenomena El Nino dapat tingkatan penangkapan ikan di laut
Penurunan produksi budidaya perikanan di daratan akibat fenomena El Nino membuat harga jual ikan meningkat. Sebab, ikan merupakan protein hewani yang pasti dibutuhkan oleh masyarakat.