“Siswa merasa sedang bermain, bukan diuji. Dampaknya, minat dan kepercayaan diri mereka meningkat,” ungkap Sugiman.
Hasil observasi menunjukkan perubahan signifikan. Siswa yang sebelumnya pasif kini lebih aktif maju ke depan kelas. Integrasi Wordwall juga memudahkan guru menyesuaikan tingkat kesulitan soal sesuai kemampuan masing-masing siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih inklusif dan adaptif.
BACA JUGA: Matematika Gak Susah Lagi! Intip Cara Mudah Mahasiswa Unnes Hadirkan Media Belajar Ramah Disabilitas
“Sinergi antara fasilitas pemerintah dan intervensi akademisi mampu mengubah hambatan belajar menjadi peluang prestasi,” tambahnya.
Penelitian ini berketua Sugiman dari FMIPA Unnes dengan anggota Emi Pujiastuti, Endang Sugiharti, dan Mashuri. Fokus riset mereka adalah pengembangan Media Teknologi Asistif (MTA) berbasis bahasa isyarat yang terintegrasi Wordwall untuk meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa tunarungu.
Sugiman berharap inovasi teknologi, dan riset akademik ini dapat membuktikan bahwa pendidikan inklusif dapat berjalan efektif dan berdampak nyata bagi peningkatan numerasi siswa berkebutuhan khusus. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





