SEMARANG, beritajateng.tv – Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa berkebutuhan khusus. Melihat potensi tersebut, Tim Peneliti Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan optimalisasi penggunaan PID berbasis riset di SLB Negeri (SLBN) Boyolali dan SLBN Pemalang.
Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi, tim menemukan bahwa para guru telah memasukkan PID ke dalam perencanaan pembelajaran. Namun, efektivitas teknologi tersebut dinilai akan jauh lebih maksimal apabila diiringi dengan pendekatan pedagogis yang tepat dan inovatif.
Ketua Tim Peneliti Unnes, Dr. Sugiman, menyebut distribusi hibah PID dari pemerintah menjadi momentum penting bagi penguatan kemampuan berpikir matematis siswa SLB, khususnya penyandang tunarungu di Jawa Tengah.
“Kebijakan pemerintah ini sangat sejalan dengan upaya kami dalam memperkuat numerasi siswa SLB melalui pemanfaatan teknologi asistif,” ujarnya saat beritajateng.tv konfirmasi pada Selasa, 13 Januari 2026.
BACA JUGA: Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA Unnes, Bupati Arief Tegaskan Komitmen Dukung Mahasiswa Asal Blora
Menurut Sugiman, PID berperan sebagai katalisator dalam penerapan teknologi pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) yang terintegrasi dengan aplikasi edukatif Wordwall Interactive. Keunggulan visualisasi layar besar dan fitur sentuh dinilai lebih efektif menjembatani hambatan sensorik siswa tunarungu dibandingkan perangkat digital konvensional.
Ia menegaskan, keberadaan PID di sekolah merupakan aset berharga yang perlu pengoptimalan secara pedagogis.
“Peran akademisi adalah memberi nilai tambah pada fasilitas tersebut, agar tidak sekadar menjadi pajangan, tetapi benar-benar membantu siswa memahami materi,” jelasnya.
Tim Peneliti Unnes Integrasikan PID dengan Wordwall untuk Dorong Numerasi Siswa SLB
Tim peneliti Unnes kemudian mengintegrasikan PID dengan Wordwall berbasis permainan edukatif. Pendekatan ini membuat pembelajaran numerasi lebih interaktif, konkret, dan menyenangkan bagi siswa tunarungu maupun tunagrahita.
Melalui layar sentuh PID, siswa terlibat langsung menyelesaikan tantangan numerasi dalam bentuk gim edukasi. Metode ini terbukti mampu menurunkan kecemasan terhadap pelajaran matematika.





