Dorong Pemanfaatan Media Sosial untuk Pemberdayaan Ekonomi

Para narasumber dan moderator Sosialisasi Non Perda ""Media Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi" yang digelar di Pendopo DPRD Kota Salatiga. (ardhi/beritajateng.tv)

SEMARANG, 1/12 (beritajateng.tv) – Era digital hendaknya dimanfaatkan secara positif, diantaranya untuk pemberdayaan ekonomi. Masyarakat diminta memanfaatkan media sosial tak hanya untuk sarana eksistensi diri, tetapi juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan, saat ini hampir semua orang memiliki ponsel. Bahkan satu orang bisa mempunyai lebih dari satu ponsel. Hal itu berarti masyarakat sudah memiliki akses ke internet dan melek digital. Sarana tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat untuk belajar dan menjalankan usaha.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto hadir virtual dalam Sosialisasi Non Perda “”Media Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi” yang digelar di Pendopo DPRD Kota Salatiga. (ardhi/beritajateng.tv)

“Hanya dengan sekali klik, pengguna ponsel bisa mengakses segala macam informasi. Sekaligus bisa memanfaatkan teknologi untuk bertransaksi jual beli,” ujar Bambang yang hadir virtual dalam Sosialisasi Non Perda “”Media Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi” yang digelar di Pendopo DPRD Kota Salatiga, Minggu (27/11/2022) malam.

Dia juga meminta pemerintah mendorong literasi digital agar pelaku UMKM dan ekonomi kreatif melek digital. Para pelaku perlu dilatih memasarkan dan bertransaksi secara online.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Semarang Bagus Suryokusumo mengatakan sebagian besar masyarakat sebenarnya sudah melek digital. Hal tersebut dapat dilihat dari sebagian besar warga yang telah memiliki ponsel. Hanya saja, pemanfaatan media sosial masih sebatas untuk berinteraksi dan aktualisasi diri.

“Media sosial lebih banyak digunakan untuk bikin status, melihat postingan orang, dan memberikan komentar. Padahal saat ini hampir seluruh medsos memiliki fitur untuk jual beli. Fitur ini bisa dijadikan etalase untuk memasarkan produk-produk UMKM,” ungkapnya dalam acara yang dimoderatori Nurkholis tersebut.

Karenanya dia mengajak peserta sosialisasi untuk mengubah pemanfaatan media sosialnya. “Manfaatkan untuk hal-hal yang produktif agar mendapatkan manfaat ekonomi. Apalagi banyak orang yang mencari referensi di media sosial dan ketergantungan akan gadget cukup tinggi, kita bangun tidur pun yang dicari ponselnya dulu,” paparnya.

Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit menambahkan, saat ini banyak orang kreatif yang mendapatkan penghasilan tinggi karena memanfaatkan media sosial. Mereka adalah para influencer dan pedagang online.

“Media sosial bisa menjadi sumber ekonomi. Terbukti hasil yang diperoleh mereka bisa puluhan juta per hari dan ratusan juta per bulan. Tidak mustahil mereka nantinya menjadi sultan sultan baru,” ungkapnya.

Menurutnya media sosial merupakan alat untuk berinteraksi dan sosialisasi. Karena itu dia meminta media sosial dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa menjangkau target pasar yang lebih luas. (adv)

editor: ricky fitriyanto

Tinggalkan Balasan