SEMARANG, beritajateng.tv – Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Gatot Nurmantyo, menyampaikan kritik tajam terhadap arah kebijakan pemerintah.
Pernyataan itu ia sampaikan melalui kanal YouTube, Hersubeno Point, Minggu, 5 April 2026. Ia menekankan pentingnya peran publik dalam menjaga arah bangsa.
Dalam pernyataannya, Gatot menyinggung bahaya sikap pasif masyarakat. “Kalau ingin pemerintah [saat ini, Prabowo-Gibran,] cepat hancur, puji saja semua kebijakan tanpa kritik,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa diam bukan solusi. Menurutnya, suara publik sangat penting agar pemerintah mampu bangkit dan memperbaiki keadaan.
“Kalau ingin menyelamatkan negeri ini, teriak lebih keras dari sekarang,” ujarnya.
Gatot mengingatkan bahwa kondisi global saat ini tidak sedang baik. Ia menilai tekanan geopolitik serta perubahan ekonomi dunia dapat memicu krisis nasional.
Ia menjelaskan adanya pergeseran kekuatan ekonomi global dari dominasi dolar menuju sistem multipolar. Ia turut mengulas strategi negara seperti Iran dalam menghadapi tekanan internasional.
Menurutnya, kekuatan tidak selalu berasal dari anggaran besar, melainkan dari strategi serta ketahanan sumber daya. “Perang sekarang ditentukan siapa yang mampu menghabiskan logistik lawan lebih dulu,” ujarnya.
Gatot Nurmantyo Soroti Persoalan Dalam Negeri
Selain faktor global, Gatot menyoroti persoalan dalam negeri. Ia mengkritik komposisi kabinet yang dinilai sarat kepentingan politik. “Pemimpin yang terikat kompromi politik akan ragu mengambil keputusan,” katanya.
Ia juga menyinggung tekanan fiskal yang semakin berat. Beban utang, subsidi energi, serta program besar mempersempit ruang anggaran negara. Ia mengingatkan potensi defisit yang dapat melebar jika kondisi tidak terkendali.
Sorotan lain tertuju pada kondisi pekerja ojek online. Gatot menilai fenomena tersebut mencerminkan masalah serius dalam lapangan kerja.
BACA JUGA: Adian Husaini Ungkap Isi Pertemuan Ulama dengan Prabowo, Tak Lagi Menentang Board of Peace?
“Otak-otak cemerlang hanya menunggu panggilan aplikasi di pinggir jalan,” tegasnya.





