Hukum & Kriminal

Dosen FH Aniaya Dokter Anestesi di RSI Sultan Agung, Alumni FK Unissula Laporkan Pelaku ke Polda Jateng

×

Dosen FH Aniaya Dokter Anestesi di RSI Sultan Agung, Alumni FK Unissula Laporkan Pelaku ke Polda Jateng

Sebarkan artikel ini
dosen Unissula | Edaran RSI Sultan Agung
Peristiwa viral pemukulan dokter anestesi RSI Sultan Agung. (Foto: Instagram/@dinaskegelapan_kotasemarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kasus dugaan penganiayaan seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) terhadap dokter anestesi di RSI Sultan Agung terus bergulir.

Laporan resmi masuk ke Polda Jateng lewat alumni Fakultas Kedokteran Unissula. Ketua Komite RSI Sultan Agung, Pujiati, menegaskan bahwa proses hukum tetap harus berjalan.

“Tim lawyer berasal dari alumni. Kasus ini kami laporkan ke Polda hari Jumat [12 September 2025]. Yang terlapor orang yang melakukan pemukulan,” jelas Pujiati, Minggu, 14 September 2025.

Meskipun pelaku dikabarkan sudah meminta maaf, Pujiati menegaskan bahwa hukum tidak boleh berhenti.

“Sebagai hamba Allah tentu harus saling memaafkan. Namun tindak kekerasan wajib jalani proses hukum. Negara hukum itu tidak mengenal kebal hukum,” tegasnya.

BACA JUGA: Usai Viral Dosen Unissula Pukul Dokter, RSI Sultan Agung Keluarkan SE Larangan Nakes Merekam

Ia juga menyoroti tindakan kasar, baik verbal maupun fisik, terhadap tenaga medis. Terlebih terduga pelaku berprofesi sebagai dosen hukum Unissula bernama Dias Saktiawan.

“Seorang dosen hukum seharusnya memahami aturan. Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan,” katanya.

Pujiati menyebut insiden ini menjadi momentum bagi dokter dan tenaga kesehatan untuk menunjukkan profesionalitas.

“Jika ada ketidakpuasan, sampaikan dengan cara yang santun. Bisa menulis surat resmi. Kekerasan hanya membawa konsekuensi hukum,” tambahnya.

Awal mula kasus dosen FH Unissula aniaya dokter anestesi RSI Sultan Agung

Kasus pemukulan ini pertama kali mencuat setelah akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang mengunggah video dan narasi.

Dalam unggahan itu menyebut seorang dokter anestesi mengalami penganiayaan, sementara bidan menangis ketakutan. Bahkan pintu ruang bersalin pelaku tendang hingga rusak.

“Katanya orang terhormat, tapi kelakuan justru memalukan! Dokter dipukul, bidan nangis ketakutan, pintu ditendang sampai jebol,” tulis akun tersebut, Senin, 8 September 2025.

BACA JUGA: Viral Dokter Anestesi RSI Sultan Agung Semarang Alami Pemukulan, Pelaku Dosen FH Unissula