“Informasi dari direksi sudah ada beberapa calon investor yang ingin memanfaatkan aset kita. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar sehingga mampu menggerakkan perekonomian Jawa Tengah sekaligus mendongkrak PAD,” tutur Yayan.
Revitalisasi Diminta Dimulai dari Wajah Bangunan
Selain mencari investor, Yayan menilai revitalisasi fisik kawasan juga harus menjadi prioritas. Menurutnya, kondisi bangunan PRPP saat ini kurang menarik sehingga perlu dilakukan pembenahan agar lebih modern dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.
“Kondisi bangunannya dari luar kurang marketable, kurang eye catching. Kalau dilihat dari luar masih terkesan kusam sehingga perlu diperbaiki tampilannya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti persoalan genangan air yang masih terjadi saat musim hujan. Menurutnya, penanganan masalah tersebut membutuhkan anggaran besar sehingga harus dilakukan secara bertahap.
Tata Kelola dan Keamanan Pengunjung Jadi Sorotan
Tak hanya revitalisasi fisik, Yayan juga meminta manajemen PRPP membenahi tata kelola pelayanan kepada pengunjung.
Hal itu menyusul sejumlah keluhan masyarakat. Mulai dari kasus kehilangan helm saat berlangsungnya acara hingga aturan yang ternilai membingungkan terkait makanan.
“Ada keluhan kehilangan helm saat acara berlangsung. Manajemen harus menata sistem keamanan supaya pengunjung merasa nyaman dan tidak waswas saat menikmati hiburan,” katanya.
Selain itu, ia juga menyinggung adanya keluhan pengunjung yang membeli makanan di dalam kawasan PRPP tetapi tetap terminta meninggalkan makanan tersebut ketika memasuki area acara.
“Ini menunjukkan tata kelola yang masih perlu diperbaiki. Pengunjung harus mendapatkan pelayanan yang nyaman dan profesional,” ucap Yayan.
BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto Ungkap Alasan Minimnya Minat Anak Muda jadi Petani
Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah Fraksi Gerindra itu berharap jajaran direksi yang baru memimpin sekitar satu tahun terakhir dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik melalui pembenahan manajemen, peningkatan pelayanan agar kembali menjadi pusat rekreasi dan promosi unggulan di Jawa Tengah. (*)
Editor: Farah Nazila





