“Kami memfasilitasi diskusi, pelatihan rutin, hingga kemah kepemudaan. Ini bagian dari upaya pembinaan karakter yang berkelanjutan,” jelas Bambang.
Program pembinaan tersebut tidak berjalan sendiri. Pemerintah kota melibatkan lintas organisasi perangkat daerah. Termasuk Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang dan Dinas Koperasi Kota Semarang, yang menghadirkan kegiatan olahraga serta pemberdayaan UMKM bagi pemuda.
Bambang menilai keterlibatan pemuda sangat penting dalam menentukan arah kegiatan ke depan.
BACA JUGA: Dana RT Rp25 Juta 2026 Tak Kunjung Cair, DPRD Semarang Desak Perwal dan Sosialisasi Dipercepat
“Kami membutuhkan aspirasi mereka. Tujuannya agar pemuda bisa berkumpul, berdiskusi, dan semakin memahami nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Karangtaruna Kota Semarang, Suragah Rambing, menyoroti pentingnya kegiatan sosial untuk membangun solidaritas generasi muda.
Ia melihat program seperti bedah rumah, peningkatan sumber daya manusia, dan olahraga mampu menarik pemuda lebih aktif di tengah masyarakat.
“Kami ingin menumbuhkan kepekaan sosial. Pemuda jangan hanya di rumah, tetapi turun melihat kondisi masyarakat dan ikut berkontribusi,” ujarnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





