“Karena ada beberapa tahapan yang tidak ditempuh dari teman-teman itu. Kan bisa banding ke Mahkamah Kehormatan Partai, bisa konsultasi ke OKK, itu enggak ditempuh langsung hajar di media, itu yang kita sayangkan. Kita sudah fasilitasi undangan enggak mau datang. Ini kan menurut saya juga enggak bagus juga, enggak fair juga,” tegasnya.
Siapkan Pengurus Pengganti Untuk Jalankan Program Kerja
DPW PSI Jawa Tengah memastikan kekosongan pengurus di enam DPC yang mundur tidak akan menghambat program partai. Pengurus pengganti telah disiapkan, terutama karena momentum Ramadan menjadi waktu penting bagi kegiatan sosial partai.
“Kami kan secara organisasi tidak mau juga kosong terlalu lama dan kami sudah siapkan juga orang-orang pengganti,” jelasnya.
Ia juga menegaskan kondisi PSI di Kota Semarang masih solid dan kegiatan organisasi tetap berjalan normal.
“Kami Semarang masih solid, masih baik-baik. Semalam saya ketemu dengan DPC-DPC yang solid, yang aktif. Kita sedang nyusun bagi takjil, buka puasa bersama di panti asuhan,” ujarnya.
Polemik Mosi Tidak Percaya pada Rakerda dan Sertijab
Yogo juga meluruskan informasi terkait forum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) agenda serah terima jabatan (sertijab) di Triizz Hotel Semarang pada Minggu, 11 Januari 2026 lalu yang menimbulkan mosi tidak percaya dari 13 DPC. Ia menegaskan jumlah tersebut tidak akurat.
“Kami klarifikasi ya yang di Hotel Triizz itu juga tidak 13 DPC. Kami kan hafal DPC, ada orang yang di situ bukan ketuanya, tapi ikut tandatangan mengaku sebagai DPC kecamatan mana, itu ada. Clear ya? Kurang lebih hanya enam itu saja yang menurut kami belum bisa menerima,” ungkapnya.
Setelah forum tersebut, DPW mengaku telah membuka ruang dialog dengan mengundang para pengurus DPC secara bertahap. Namun sebagian pihak disebut tidak hadir atau bahkan memilih walk out.




