“Padahal setelah di Hotel Triizz yang Rakerda itu kami undang kami tampung aspirasinya, yang ribut-ribut enam [DPC] ini enggak mau datang. Ada yang datang langsung walk out. Kami sudah fasilitasi kami ajak ketemuan di DPW faktanya mereka enggak mau datang,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Yogo berharap polemik internal tersebut segera mereda sehingga PSI bisa kembali fokus menjalankan program kerja untuk masyarakat.
“Saya hanya menyampaikan ya mudah-mudahan ini segera berlalu ini dinamika organisasi. Perubahan-perubahan ini biasa menurut saya. Semarang saya pikir ke depan akan semakin kuat,” pungkasnya.
BACA JUGA: Warga Jateng Geram Pajak Kendaraan Naik Imbas Opsen, Pengamat: Itu Faktor Psikologis
Sementara itu, Hanif Navila Rozaq, Ketua DPC Semarang Utara yang telah mengundurkan diri, mengatakan bahwa pihak DPC menganggap undangan tersebut sebagai upaya intimidasi untuk menerima SK susunan pengurus terbaru.
“DPC menganggap bahwa pemanggilan tesebut bukan diskusi melainkan adanya intimidasi terhadap para pengurus DPC untuk mengakui SK terbaru. Itu yang menjadikan teman-teman yang awalnya bersedia hadir, namun membatalkan niatnya,” katanya saat beritajateng.tv konfirmasi melalui pesan singkat pada Senin, 23 Februari 2026.
Kemudian, DPC tersebut mengambil langkah mengundurkan diri secara serentak di Kantor DPD PSI Kota Semarang, Jalan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah pada Minggu, 22 Februari 2026 malam. Pihak DPC juga mengembalikan aset DPC kepada DPD, termasuk plang kepengurusan. (*)
Editor: Farah Nazila




