SEMARANG, beritajateng.tv – Dua juta dari 10 juta Kartu Tanda Penduduk (KTP) masih tercatat menerima bantuan sosial (bansos) secara rutin meski statusnya tak lagi aktif.
Hal ini terungkap dari Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono.
Menemui bansos yang tak tepat sasaran tersebut, Agus mengatakan bahwa pihaknya akan memverifikasi hal ini.
”Total penduduk Indonesia mencapai 285 juta jiwa, dan ada sekitar 10 juta KTP yang tidak aktif. Dari jumlah itu, sebanyak 2 juta masih menerima bansos. Hal ini perlu segera diverifikasi,” ujar Agus.
Kementerian Sosial, usai mengetahui hal ini, juga akan melakukan verifikasi lapangan guna memperbarui data dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Adapun langkah ini guna memastikan penyaluran bansos agar lebih tepa sasaran.
Agus menjelaskan, kemungkinan besar pemilik KTP yang tidak aktif tersebut sudah meninggal dunia, berpindah tempat tinggal, atau merupakan pekerja migran di luar negeri.
”Kami akan cek langsung ke lapangan. Bisa jadi mereka adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang domisilinya di luar negeri, bisa juga sudah meninggal atau pindah tempat. Kami ingin memastikan agar data ini bersih dan bansos tersalurkan dengan benar,” jelasnya.
Sebagai informasi, angka kemiskinan nasional tercatat sebesar 8,57 persen atau setara dengan 24,06 juta penduduk.
Dari jumlah tersebut, 52,45 persen berada di Pulau Jawa, dengan 14,12 persen di antaranya tinggal di Jawa Tengah. Jawa Tengah sendiri menempati peringkat ketiga daerah termiskin setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.
BACA JUGA: Daftar 17 Daerah Masuk Zona Merah Kemiskinan di Jateng, Hampir 50 Persen Warganya Terima Bansos
Agus menegaskan, verifikasi data ini akan menggunakan DTSEN, yang merupakan penggabungan dari tiga basis data, yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). (*)





