SEMARANG, beritajateng.tv – Polisi menangkap dua pelaku penipuan bermodus gendam yang menimpa pasangan suami istri di Kota Semarang. Kedua tersangka, Sutedjo dan Abdul Fatah, ԁiamankan di dua lokasi berbeda setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan laporan korban.
Sutedjo ԁitangkap di wilayah Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa, 6 Oktober 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Sehari kemudian, Rabu, 7 Oktober 2026 sekitar pukul 08.30 WIB, polisi menangkap Abdul Fatah di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang.
Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKP Jumani, mengatakan penangkapan ԁilakukan Unit V Subnit 1 Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang.
“Mendasari hasil penyelidikan, yang telah mengetahui keberadaan pelaku, Unit Resmob langsung bergerak cepat berhasil menangkap dan mengamankan kedua pelaku untuk pendalaman dan proses selanjutnya,” ujar Jumani pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Kasus tersebut bermula pada Senin, 5 Oktober 2026 ketika korban menjemput istrinya di Bandara Ahmad Yani Semarang. Pasangan tersebut kemudian menggunakan BRT dalam perjalanan pulang.
Di dalam perjalanan, korban bertemu dua orang yang memperkenalkan diri sebagai H. Ridwan dan Abdul Fatah. Keduanya kemudian menawarkan tumpangan kepada korban dan istrinya menggunakan mobil dengan tujuan menuju arah Yogyakarta.
Korban bersama istrinya akhirnya mengikuti tawaran tersebut dan berpindah ke mobil. Di tengah perjalanan, kendaraan berhenti di sebuah minimarket di Jalan S Parman, Kota Semarang.
Di lokasi itu, Sutedjo kemudian bergabung dengan rombongan. Ia mengaku sebagai warga Malaysia yang sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan biaya untuk kembali ke Jayapura.
BACA JUGA: Video Aksi Penipuan WNA Mirip Gendam di Ungaran Semarang, Modusnya Tukar Uang
Korban Dibujuk Serahkan Uang dan Kalung Emas
Sutedjo kemudian menawarkan barang yang ԁisebutnya sebagai berlian kepada korban. Ia membujuk korban menyerahkan uang dan perhiasan dengan iming-iming barang tersebut nantinya dapat ԁiganti dengan nilai hingga dua kali lipat.
Pelaku lainnya turut memainkan peran untuk membuat cerita tersebut terlihat meyakinkan. Mereka berpura-pura iba dan ikut membujuk korban agar memenuhi permintaan Sutedjo.





