SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah melalui Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) I melakukan monitoring dan evaluasi terkait dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SMKN 11 Semarang.
Plt Kepala Cabdin I Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Haris Wahyudi, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, setelah para siswa menerima dan mengonsumsi menu MBG.
“Sekitar jam empat sore ada laporan beberapa siswa mengalami gejala mual, pusing, muntah, dan sakit perut. Total yang melaporkan ada 75 siswa dari satu sekolah,” ujar Haris melalui sambungan telepon pada Jumat, 9 Januari 2026.
Dari jumlah tersebut, empat siswa sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun dua di antaranya sudah mendapat izin pulang. Sementara dua siswa masih menjalani perawatan, salah satunya karena memiliki penyakit bawaan dan masih dalam observasi medis.
Haris menjelaskan, SMKN 11 Semarang memiliki sekitar 1.440 siswa, sehingga jumlah yang mengalami gejala hanya sebagian kecil dari total penerima MBG. Seluruh siswa mengonsumsi menu yang sama pada hari tersebut.
Adapun menu MBG tersebut terdiri dari nasi, oseng labu siam, perkedel tahu, ayam suwir, dan buah semangka. Berdasarkan keluhan siswa, dugaan sementara mengarah pada ayam suwir yang dirasa berbau dan berbeda rasanya.
“Ini masih dugaan awal. Penyebab pastinya akan diteliti lebih lanjut. Hari ini kami bersama tim dari BGN Pusat melakukan evaluasi langsung di sekolah,” jelasnya.
BACA JUGA: Alasan Dugaan Keracunan MBG di Blora Masih Tanda Tanya, Pemprov Jateng: Kami Belum Dapat Laporan
Sebagai langkah antisipasi, penyaluran MBG dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang menyuplai sekolah tersebut dihentikan sementara hingga proses evaluasi dan penelusuran penyebab selesai terlaksana.
“Yang utama adalah penanganan kesehatan siswa. Soal penyebabnya nanti setelah evaluasi bersama pihak terkait,” tegas Haris.





