Hukum & Kriminal

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Batang, Warga Soroti Aktivitas Truk dan Gudang

×

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Batang, Warga Soroti Aktivitas Truk dan Gudang

Sebarkan artikel ini
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Batang, Warga Soroti Aktivitas Truk dan Gudang
Aktivitas diduga truk tangki modifikasi melakukan isi BBM jenis solar subsidi di SPBU Barang. (Doc. Istimewa)

BATANG, beritajateng.tv – Dugaan penyalahgunaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Sebuah gudang yang berada di Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing kuat dugaan menjadi lokasi aktivitas yang berkaitan dengan penimbunan solar subsidi.

Informasi mengenai aktivitas tersebut beredar di kalangan warga setempat dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah warga mengaku sering melihat kendaraan truk dan mobil boks keluar masuk area gudang hampir setiap hari.

Salah seorang warga, Amir, mengatakan aktivitas di lokasi tersebut menimbulkan tanda tanya karena berlangsung secara rutin dan dinilai tidak seperti kegiatan usaha pada umumnya.

“Hampir setiap hari ada kendaraan yang keluar masuk. Kami belum mengetahui secara pasti aktivitas di dalamnya, tetapi ada informasi yang beredar bahwa lokasi itu mereka gunakan untuk penyimpanan solar,” ujar Amir.

Menurut warga, beberapa kendaraan yang datang ke lokasi kuat dugaan berubah modifikasi untuk mengangkut BBM dalam kapasitas lebih besar. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan dugaan tersebut.

Kecurigaan masyarakat juga muncul karena gudang tersebut tidak memiliki papan identitas usaha maupun informasi operasional yang terlihat dari luar. Selain itu, warga menyebut tidak terdapat tanda atau logo resmi yang menunjukkan keterkaitan dengan perusahaan distribusi BBM resmi.

BACA JUGA: Barcode BBM Subsidi Bermasalah, Organda Keluhkan Operasional Angkutan Terganggu

Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, gudang tersebut merupakan milik seseorang bernama Yudha. Meski demikian, identitas maupun status kepemilikan lokasi tersebut belum dapat terkonfirmasi secara resmi.

Di sisi lain, beredar pula dugaan mengenai adanya pihak tertentu yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut. Namun informasi itu masih berupa dugaan yang belum terbukti dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat berwenang.