SEMARANG, beritajateng.tv – Erma Rudita, masih teringat jelas ketika keponakannya, Audrya Malika Adam, dengan bangga memamerkan lukisan miliknya sebelum berangkat umroh.
Audrya, yang menuntut ilmu di Insan Cendekia Tangerang, menunjukkan karya seni tersebut kepada pamannya, dengan gembira atas nilai baik yang ia peroleh di sekolah.
“Sebelum berangkat umroh, Audrya pulang membawa hasil lukisan dia untuk ia tunjukkan kepada saya. Dia berkata, ‘Pakde-pakde, lihat lukisan ini bagus kan?’,” kenang Erma sambil meneteskan air mata, Sabtu, 22 Maret 2025.
BACA JUGA: Empat Warga Semarang Meninggal dalam Kecelakaan Bus Jamaah Umroh di Arab Saudi
Momen yang paling menyentuh adalah ketika Audrya menyerahkan lukisan untuk di simpan oleh pamannya sebagai tanda kenangan sebelum berangkat umroh.
Keluarga tersebut berangkat umroh dari Jakarta ke Madinah pada 17 Maret 2025, dengan rencana merayakan Idulfitri di Mekkah.
“Sebelum umroh, mereka mampir ke rumah kami untuk pamitan. Itu adalah kenangan terakhir yang sangat berkesan,” paparnya.
Hubungan dekat antara Erma dengan keponakannya tersebut menambah rasa kehilangan yang mendalam.
BACA JUGA: Tips Umroh Ramadhan, Ibadah Lebih Khusyuk dan Khidmat
Walaupun sudah sering melakukan umroh, perjalanan kali ini dimaksudkan untuk merayakan Idulfitri di tanah suci dengan durasi lebih lama. Namun, tragedi menimpa rombongan mereka ketika bus mengalami kecelakaan dan terbakar di Wadi Qudeid, Arab Saudi.
Akibat kecelakaan tersebut, 20 jamaah asal Indonesia menjadi korban, enam di antaranya meninggal dunia dan empat merupakan warga Semarang.
Dari jumlah tersebut, empat orang adalah warga Semarang, yakni satu keluarga yang terdiri dari M Dawam Mahmud (49), Sumarsih (45), serta dua anak mereka Areline Nawallya Adam (22) dan Audrya Malika Adam (16). Mereka tinggal di Perumahan Vila Pinus, Banyumanik, Semarang. (*)
Editor: Elly Amaliyah





