Dukung Blora Zero Stunting Mahasiswa KKN STAI Muhammadiyah Edukasi Manfaat Kelor

Dukung Blora Zero Stunting Mahasiswa KKN STAI Muhammadiyah Edukasi Manfaat Kelor

BLORA, 9/9 (BeritaJateng.tv) – Dalam upaya pencegahan Stunting di Dukuh Pulo,Desa Mojowetan Kecamatan Banjarejo Blora, Mahasiswa KKN STAI Muhammadiyah Blora bekerja sama dengan CDK (Cabang Dinas Kehutanan) Wilayah 1 Blora melaksanakan kegiatan Sosialisasi pemanfaatan tanaman kelor dengan dilanjutkan penanaman bibit kelor.

Kegiatan ini merupakan salah satu program multidisplin sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kasus stunting di Kabupaten Blora.

Kegiatan ini diikuti oleh Tim Penyuluh Kehutanan wilayah Banjarejo, Perangkat Desa Mojowetan, Ketua RT dan warga sekitar Dukuh Pulo.

Diawali dengan forum sosialisasi dimana Ketua KKN Kelompok 04 STAI Muhammadiyah Blora.

Dalam gerakan tanam kelor ini, setidaknya tim KKN STAI Muhammadiyah Blora menyerah 50 bibit kelor kepada warga Dukuh Pulo untuk ditanam di pekarangan rumah.

Mohamad Saifula Yusuf selaku Ketua KKN Kelompok 04 STAI Muhammadiyah Blora menjelaskan tujuan sosialisasi dan penanaman kelor ini untuk memberikan edukasi kepada warga Desa Mojowetan pada khususnya warga Dukuh Pulo untuk memenuhi nutrisi gizi sejak dalam kandungan.

“Dari data Pemerintah Kabupaten Blora, disampaikan bahwa Desa Mojowetan merupakan salah satu desa stunting. Oleh karena itu, kami Mahasiswa KKN STAI Muhammadiyah Blora berinisiatif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat akan manfaat kelor untuk pencegahan stunting,” Ungkapnya.

Yusuf berharap setelah diadakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan dan penanaman bibit kelor ini, tentu saja dapat bermanfaat untuk menyiapkan generasi dari usia dini bahkan dari ibu-ibu diharapkan juga terus meningkatkan kreativitas dalam pengolahan daun kelor.

“Kita semua juga berharap dengan upaya-upaya kecil ini bisa mewujudkan pemerintah Blora menuju Blora Zero Stunting, ” harapnya.

Kegiatan ini juga mendapatkan respon positif dari Muslim perangkat desa Mojowetan mengaku senang dan mengucapkan terimakasih kepada Mahasiswa KKN STAIM Blora yang sudah berinisiatif mengajak warga Dukuh Pulo untuk mengentaskan Stunting di Desa Mojowetan.

“Ini salah satu upaya yang bisa membantu Pemerintah Desa Mojowetan, semoga dengan adanya gerakan tanam kelor bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat mojowetan,” ungkapnya.

Rahma Elsanti salah satu peserta KKN berharap dengan adanya penanaman bibit kelor ini, masyarakat dapat mengembangkan potensi tanaman kelor baik sebagai sumber olahan pangan yang kaya nutrisi maupun sebagai salah satu bentuk penghasilan untuk masyarakat di Desa Mojowetan.

“Kami berharap bahwa pohon kelor ini nantinya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Desa,” ujarnya

Tim Penyuluh Kehutanan wilayah Banjarejo, Jati Wiyono mengatakan penanaman ini dilatarbelakangi kurangnya informasi dan kesadaran masyarakat terkait manfaat tanaman kelor.

Banyak masyarakat yang belum mengerti akan manfaat kelor untuk kesehatan terutama untuk mencegah stunting.

Seperti yang telah diketahui, banyak hasil riset menyebutkan bahwa kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi dan variatif.

“Karena tanaman kelor mengandung banyak nutrisi. Kaliumnya juga tiga kali lebih banyak dari pisang dan kandungan proteinnya dua kali lebih banyak dari telur, ” ucapnya. (Her/El)

Leave a Reply