Pendidikan

Hari Terakhir Daftar Ulang SMAN 3 Semarang, Banyak Orang Tua Pendaftar Masih Berusaha Titipkan Anak

×

Hari Terakhir Daftar Ulang SMAN 3 Semarang, Banyak Orang Tua Pendaftar Masih Berusaha Titipkan Anak

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Panitia SPMB SMAN 3 Semarang, Nur Subagio. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Memasuki hari terakhir daftar ulang SPMB Jateng 2025, masih banyak orang tua yang berusaha “menitipkan” anaknya agar bisa masuk ke sekolah favorit atau pilihan.

Salah satu sekolah yang banyak dituju adalah SMAN 3 Semarang. Berdasarkan pantauan beritajateng.tv pada Senin, 30 Juni 2025 sekitar pukul 11.00 WIB, terlihat beberapa orang tua mendatangi sekolah tersebut.

Sekretaris Panitia SPMB SMAN 3 Semarang, Nur Subagio, pun membenarkan hal tersebut.

“Lah, kalau jenengan (Anda) lihat yang di luar ini kan ramai ya? Ya itu memang usaha, di hari-hari terakhir ini,” ungkapnya saat ditemui di SMAN 3 Semarang.

Meski sistem SPMB Jawa Tengah 2025 sudah sangat transparan, jalur belakang alias “menitipkan” anak sudah terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Hari Ini Terakhir Daftar Ulang SPMB Jateng SMA/SMK 2025, Siap-Siap 1 Juli Pengumuman Siswa Cadangan

Subagio mengatakan, memang ada orang tua yang menghubungi Kepala Sekolah. Namun, ia menegaskan pihak sekolah hanya sebagai pelaksana.

“Sekolah di [proses] SPMB itu hanya sebagai pelaksana, sehingga segala ketentuan yang menentukan dinas,” ujarnya.

Bagi orang tua yang tetap ingin “menitipkan” anaknya, kata Subagio, maka harus melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinisi Jawa Tengah.

“Intinya sama, kalau memang mau [menitipkan] ya silakan lewat dinas, karena dinas yang menentukan itu,” tegasnya.

Tiga jalur domisili khusus SPMB 2025 di SMAN 3 Semarang

Dari empat jalur SPMB 2025, jalur domisili SMAN 3 Semarang terbagi menjadi tiga. Pertama, jalur domisili khusus yang diperuntukan bagi calon murid baru (CMB) yang berdomisili di kecamatan yang sama dengan SMAN 3 Semarang.

“Domisili khusus itu khusus untuk pendaftar yang domisilinya berada di Kecamatan Gajahmungkur,” ujar Nur Subagio.

Jalur tersebut menempati 5 persen atau 22 murid dari total kuota jalur domisili umum yang berjumlah 33 persen.

Selain itu, ada pula jalur domisili berdasarkan prestasi dengan nilai tertinggi mencapai 96,08 dan 90,03 untuk nilai terendah.