SALATIGA, beritajateng.tv – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 murni untuk kepentingan basis data pembangunan, bukan untuk instrumen perpajakan. Hal tersebut disampaikan Robby usai menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga di ruang kerjanya, Kamis, 26 Februari 2026.
Robby menekankan bahwa data yang presisi dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Data akurat adalah kunci agar program pembangunan tepat sasaran. Jangan sampai kebijakan diambil tanpa data yang presisi. Kami tekankan sekali lagi, Sensus Ekonomi 2026 adalah untuk mendukung pembangunan, bukan urusan pajak,” tegas Robby.
BACA JUGA: BPS Semarang Mulai Persiapan Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Petugas Buka Maret 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga berkomitmen memberikan dukungan penuh guna menyukseskan agenda nasional sepuluh tahunan ini. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemkot akan menggencarkan sosialisasi di berbagai lini.
Tak hanya memanfaatkan platform media sosial resmi dan videotron, Pemkot Salatiga juga berencana berkolaborasi dengan para influencer lokal.
Langkah itu guna memperluas jangkauan informasi, terutama kepada pelaku usaha muda, agar mereka bersedia menyajikan data valid saat petugas datang.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Salatiga
Kepala BPS Kota Salatiga, Agus Kadaryanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bakal berlangsung pada Mei hingga Juni 2026 mendatang.
Sasaran sensus tersebut mencakup seluruh unit usaha non-pertanian, mulai dari UMKM, pedagang kaki lima, hingga industri skala besar.
Sensus ini bertujuan menyediakan data dasar bagi kegiatan ekonomi di luar sektor pertanian sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.
BACA JUGA: Sensus Ekonomi 2026 Tak Terkait Pajak, BPS Jateng Minta Pengusaha Jujur Jawab Survei
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung melalui metode e-listing khusus untuk industri besar serta pendataan dengan cara door to door bagi pelaku usaha lainnya.





