SEMARANG, beritajateng.tv – Ibu-ibu atau emak-emak pendukung Bupati Pati nonaktif Sudewo memenuhi sekitar Jalan Suratmo tepatnya di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang pada Rabu, 24 Juni 2026.
Berdiri di depan pagar Pengadilan Tipikor Semarang, sejumlah perempuan yang mengaku datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati terus menyuarakan dukungan agar Sudewo bebas dari perkara yang tengah ia hadapi.
Dengan suara lantang, mereka berulang kali meneriakkan kalimat-kalimat dukungan untuk kebebasan Sudewo.
“Bebaskan Pak Sudewo, Pak Hakim!” teriak beberapa ibu-ibu yang berdiri di barisan depan pagar pengadilan.
Kumpulan pendukung Sudewo itu juga menyanyikan yel-yel bak suporter sepak bola dengan mengubah lirik lagu “Garuda di Dadaku”.
BACA JUGA: Sidang Eksepsi Sudewo, Kuasa Hukum Ajukan Keberatan atas Dakwaan Gabungan
Suasana semakin emosional ketika salah satu pendukung menyampaikan pengorbanannya demi hadir memberikan dukungan kepada Sudewo.
“Pak Hakim, aku rela meninggalkan keluarga demi Pak Sudewo!” teriak seorang perempuan yang langsung tersambut sorakan peserta aksi lainnya.
“Pati tanpa Pak Dewo ora penak [enggak enak], bebaskan Pak Dewo, Pak Hakim,” ujar salah satu emak-emak.
Tak berhenti di situ, seorang ibu lainnya mengaku rela bekerja keras demi bisa ikut mengawal persidangan Sudewo di Semarang.
“Aku jual pisang demi mendukung Pak Sudewo!” serunya dari balik pagar Pengadilan Tipikor.
“Irigasi mangkrak Pak, Pati amburadul, bebaskan Pak Sudewo,” ujar salah satu bapak-bapak.
Teriakan-teriakan tersebut berulang kali terdengar selama proses persidangan berlangsung. Sejumlah peserta aksi tampak membawa spanduk dukungan dan terus memantau jalannya sidang dari luar area pengadilan.
Datang ke Pengadilan Tipikor dengan Swadaya Sendiri
Perihal logistik dan akomodasi dari Kabupaten Pati menuju Pengadilan Tipikor Kota Semarang, pendukung kompak menjawab dengan hasil sendiri.
Ketua Koordinator Relawan Sudewo, Mudasir menegaskan bahwa warga Kabupaten Pati yang hadir di Pengadilan Tipikor dengan swadaya masing-masing.
“[Logistik dari mana Pak?] dari masing-masing. Urunan, yang punya telur dijual telur. Yang punya ayam dijual ayam. Yang punya ikan dijual ikan, untuk berangkat bersama-sama,” jelasnya.
Mudasir juga menegaskan bahwa para pendukung Sudewo itu hadir karena loyalitas terhadap Bupati Pati jonaktif tersebut.
“Ini murni hati nurani rakyat Kabupaten Pati,” tegasnya.
Relawan Berharap Pengabulan Eksepsi Sudewo
Mudasir, mengatakan kehadiran warga Pati di Pengadilan Tipikor Semarang merupakan bentuk dukungan moral kepada Sudewo. Sekaligus harapan agar majelis hakim mengabulkan eksepsi yang telah tim kuasa hukum ajukan.
“Harapan kami dalam hal ini adalah warga masyarakat Kabupaten Pati yang hadir di Pengadilan Tipikor saat sidang eksepsi kemarin berharap nanti pada sidang berikutnya, saat putusan sela, majelis hakim mengabulkan eksepsi ini,” kata Mudasir kepada wartawan.
BACA JUGA: Aliansi Pati Bangkit Demo di Depan Pengadilan Tipikor Semarang, Tuntut Bebaskan Bupati Nonaktif Sudewo
Mudasir mengakui keputusan akhir berada di tangan majelis hakim. Namun, para pendukung tetap berharap nota keberatan atau eksepsi yang tim kuasa hukum Sudewo ajukan dapat diterima.
“Kalau eksepsinya ditolak, ya itu menjadi kewenangan majelis. Tapi harapan kami, tuntutan daripada warga masyarakat Pati ini berharap supaya eksepsi di terima,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





