SEMARANG, beritajateng.tv – Penurunan daya beli masyarakat pasca Lebaran Idulfitri 2026 mulai dirasakan pelaku usaha hiburan di Kota Semarang. Salah satunya bisnis karaoke di kawasan Argorejo, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, yang sebelumnya dikenal sebagai eks lokalisasi Sunan Kuning (SK).
Pengusaha setempat mengungkapkan, jumlah pengunjung mengalami penurunan signifikan setelah momen Lebaran berlalu.
Ketua Paguyuban Karaoke Argorejo Semarang (Pakar), Triyanto, menyebut kondisi tersebut tidak lepas dari tekanan ekonomi, baik dari dalam negeri maupun global.
“Ya mungkin karena kondisi ekonomi, sedikit banyak pasti berpengaruh. Sekarang terlihat pasarnya memang sedang lesu,” ujar Triyanto saat beritajateng.tv konfirmasi pada Kamis, 9 April 2026.
BACA JUGA: Soroti Kasus Amsal Sitepu, GEKRAFS Jateng Dorong Perlindungan Hukum Pekerja Ekonomi Kreatif
Menurutnya, sektor hiburan menjadi salah satu yang paling cepat terdampak ketika terjadi perlambatan ekonomi, termasuk akibat dinamika global seperti konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
“Ya pasti berpengaruh. Semua yang berkaitan dengan ekonomi tentu akan berdampak,” imbuhnya.
Selain faktor global, ia menilai penurunan pengunjung juga dipicu kondisi pasca-Lebaran. Pada periode tersebut, masyarakat cenderung menahan pengeluaran karena dana telah terserap untuk kebutuhan hari raya.
Triyanto mengatakan, sempat terjadi lonjakan pengunjung pada dua hari pertama setelah Lebaran. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
“Setelah Lebaran, dua hari pertama sempat ramai. Tapi setelah itu mulai lesu. Mungkin karena pengeluaran masyarakat habis untuk Lebaran. Semoga minggu depan sudah mulai normal kembali,” jelasnya.
Paguyuban Karaoke Argorejo Semarang Masih Data Jumlah LC Pasca-Libur Lebaran
Di sisi lain, pihak paguyuban saat ini masih melakukan pendataan jumlah Lady Companion (LC) atau pemandu karaoke, baik yang sudah lama maupun pendatang baru, seiring aktivitas yang belum sepenuhnya stabil.
“Untuk sementara kami masih fokus pada kegiatan pembinaan pertama sekaligus halal bihalal. Dari situ juga dilakukan pendataan. Kemungkinan dalam satu minggu ke depan baru terlihat apakah jumlah LC bertambah atau berkurang,” katanya.





